Meningkatnya biaya lahan dan konstruksi mendorong pengembang membangun unit hunian yang lebih kecil dan terjangkau di pusat kota.

Akibatnya, apartemen dengan desain 'white cube' yang seragam pun menjamur.

>>> Wali Kota Berlin Kai Wegner Mundur dari Pencalonan Kembali

Menurut laporan The Guardian, penghuni apartemen baru mulai mencari cara kreatif untuk mengubah ruang generik dan steril tersebut menjadi rumah yang personal dan fungsional.

Pemilik apartemen dan seniman Ben Mazey memodifikasi propertinya di Melbourne sejak awal. Ia memasang lemari stainless steel custom dan memilih ubin putih setinggi langit-langit di kamar mandi.

"Cat itu mudah, tidak terlalu mahal, dan benar-benar bisa mengubah ruangan," kata Mazey. Ia mengecat walk-in wardrobe-nya dengan warna pistachio yang cerah.

Desainer dan seniman Cat Yenn menggunakan kain gingham untuk membuat tirai di studio apartemennya di Sydney. Tirai tersebut menyembunyikan ceruk kulkas dan rak terbuka untuk mengurangi kekacauan visual.

"Saya terinspirasi dari apartemen kecil Italia dan jadi 'gila tirai'," ujarnya.

Desainer dan stylist Jono Fleming memanfaatkan dinding bata eksisting di apartemennya di Sydney sebagai dinding seni yang terus berkembang.

Ia menghiasinya dengan tanaman ivy dan rak terbuka.

>>> Optimasi Kemampuan Penalaran Model OpenAI Versi 5.6 di Tahun 2026

Penyesuaian kecil seperti mengganti gagang pintu, architrave, atau cornice menawarkan alternatif murah dibanding renovasi besar. Hal ini secara signifikan mengubah persepsi terhadap ruang.

Fleming menyarankan menempatkan dua lemari samping identik di ruang terbuka untuk menambah gaya dan penyimpanan tanpa perlu membeli furnitur custom.

Furnitur multifungsi seperti bangku, ottoman, dan meja lipat membantu mengoptimalkan tata letak saat menjamu tamu.