Penulis Sarah Ayoub menawarkan perspektif baru tentang pengasuhan anak.

Dalam tulisannya yang dilansir The Guardian, ia mengajak orang tua untuk beralih dari model manajemen ke model kreasi.

>>> Polisi Selidiki Kematian Mencurigakan Mantan Anggota Parlemen Ann Widdecombe

Banyak orang tua khawatir akan adanya jurang antara kreativitas dan mengurus anak.

Namun, Ayoub berpendapat bahwa mengasuh anak bisa dilihat sebagai tindakan interpretasi, respons, dan pembangunan dunia yang berkelanjutan.

Perhatian menjadi medium utama dalam proses ini.

Anak-anak sering kali menghasilkan sintaksis segar dan pengamatan unik, seperti menggambarkan gema sebagai 'mendengar bayangan' atau mengatakan bahwa air mata telah 'pulang ke rumah' setelah jatuh.

Kolaborasi, Bukan Proyek Seni

Penulis Ben Lerner membandingkan pengasuhan dengan pohon bonsai yang ada dalam dua skala sekaligus.

Orang tua melihat ke bawah pada anak sambil mengingat bagaimana rasanya melihat ke atas pada orang tua mereka sendiri.

>>> Tiga Lembaga Beri Sinyal Sama: Panduan Membaca Tekanan Pasar Juni-Juli

Rutinitas harian sering bergantian antara tugas manajerial yang melelahkan dan momen keheranan bersama. Contohnya, berbaring di lantai Galeri Nasional Victoria untuk melihat langit-langit kaca patri.

Mengubah perspektif memungkinkan orang tua melihat anak bukan sebagai proyek seni, melainkan sebagai kolaborator aktif. Anak menjadi rekan dalam pengalaman hidup yang lebih besar.

Momen kreatif terjadi ketika anak membangun cerita dari genre tak biasa seperti siput atau penjara.

Atau saat mereka menciptakan permainan dengan memberi nama, teman, dan lokasi pada suatu benda.

Sifat ganda dari pengasuhan dan kreativitas sering tampak bertentangan. Namun, keduanya pada akhirnya saling mendukung.

>>> Dukung Go Green Energy, Pengusaha Minta Pemerintah Buka Ruang Dialog

Mengasuh anak tetaplah pekerjaan keras dan sering kali tidak membuahkan hasil instan. Dibutuhkan perhatian dan kesabaran konsisten, seperti membuka kursi lipat untuk memandang langit malam.