Steam dilaporkan telah menghasilkan pendapatan kotor sebesar $11,1 miliar pada paruh pertama tahun 2026. Angka ini melampaui total pendapatan platform milik Valve sepanjang tahun 2020.

Analis Alinea Analytics merilis analisis tengah tahun yang menyebutkan bahwa pendapatan Steam pada semester pertama 2026 merupakan yang tertinggi sepanjang sejarah platform tersebut.

>>> WITCH X WITCH: Kamome Shirahama dan Dana Terrace Berbagi Cinta Fantasi di Kodansha House

Menurut Alinea, pendapatan Steam naik 14,5% dibandingkan paruh pertama 2025. Bahkan jika dibandingkan dengan semester kedua 2025 yang biasanya lebih tinggi karena liburan, pendapatan tetap naik 8%.

Alinea mencatat beberapa faktor pendorong pertumbuhan Steam.

Di antaranya adalah lonjakan pemain Asia, terutama dari China, harga rilis game yang lebih tinggi, game ko-op viral, strategi katalog belakang yang lebih cerdas dari penerbit besar, serta kembalinya penerbit pihak ketiga ke Steam setelah eksperimen toko mereka sendiri.

Paruh pertama 2026 kira-kira empat kali lebih besar dibandingkan paruh pertama 2017.

Namun, yang lebih mengejutkan adalah pendapatan Steam pada paruh pertama 2026 sudah melampaui total pendapatan sepanjang tahun 2020, saat banyak orang bermain game di rumah akibat pandemi.

>>> Film Live-Action Tazza: The Song of Beelzebub Rilis September

Meskipun game AAA besar seperti Resident Evil Requiem, Crimson Desert, dan 007 First Light, serta game indie seperti Mewgenics dan Mina the Hollower sukses besar tahun ini, persentase pendapatan dari game baru justru mengecil.

Penjualan game lawas (backlog) semakin mendominasi.

Alinea mencatat bahwa 29% penjualan game pada paruh pertama 2024 berasal dari game yang dirilis tahun itu.

Angka tersebut turun menjadi 27% pada paruh pertama 2025, dan hanya 21% pada paruh pertama 2026.

Kesuksesan finansial ini terjadi di tengah kenaikan harga Steam Deck OLED 1TB dan harga Steam Machine yang mulai dari $1.049.

>>> Rekomendasi HP 2 Jutaan untuk Operasional Harian di 2026

Valve sebelumnya menyatakan bahwa mensubsidi perangkat keras tidak sejalan dengan keyakinan perusahaan.