Upaya pemerintah menciptakan ketahanan energi melalui program go green energy mendapat dukungan positif dari para pengusaha.

Owner PT Berkat Cawan Group Albert Junior mengatakan, program go green energy bertujuan membangun fondasi kokoh bagi masa depan energi hijau yang berkelanjutan serta transportasi di Indonesia.

>>> Kejagung Minta Kejati DIY dan Jateng Kumpulkan Data SPPG

Menurutnya, pemerintah harus menggandeng pihak swasta dengan membuka dialog, khususnya dengan pelaku usaha anak bangsa.

"Dengan dialog terbuka dan intens, maka berbagai kendala dan kebijakan yang ada bisa diselesaikan, termasuk dari sisi pembiayaan," jelas Albert yang juga pemilik PT Berkat Cawan Energi.

Ia menambahkan, sebelumnya sudah ada dialog yang diinisiasi kementerian terkait, bahkan langsung dengan Presiden RI. Pemerintah akan mengetahui kendala di lapangan melalui dialog tersebut.

Albert menilai kemampuan anak bangsa tidak kalah dengan pihak asing. Kalaupun melibatkan investor luar negeri, sifatnya hanya transfer knowledge.

Secara finansial, swasta memiliki kemandirian berinvestasi.

"Kuncinya adalah dialog dan kolaborasi," tukasnya. Ia juga menekankan pentingnya melibatkan akademisi, baik secara pemikiran maupun tenaga terampil.

Belum Optimalnya Dialog dengan Pelaku Usaha

Ketua Umum Asosiasi Perusahaan Pemboran Minyak, Gas, dan Panas Bumi Indonesia (APMI) Suprijonggo Santoso mengatakan, visi Ketahanan Energi 2045 tidak didukung perhatian dan bantuan berarti dari pemangku kepentingan lain.

APMI selama ini jarang diajak berdialog terkait kondisi riil di lapangan, padahal mereka adalah ujung tombak.

Anggota APMI merupakan perusahaan jasa pemboran dan penunjang yang menentukan keberhasilan program ketahanan energi.

"Target pemerintah untuk swasembada energi memberi harapan baru bagi kebanggaan Indonesia sebagai negara penghasil energi fosil dan terbarukan.