Sekaligus menunjukkan kualitas SDM Indonesia di bidang pengeboran tidak kalah dengan negara lain," ujarnya.

Ia mendukung upaya SKK Migas melakukan reaktivasi sumur idle dan lapangan idle. Di Indonesia terdapat belasan ribu sumur tua yang idle dan dapat mendongkrak produksi migas.

SKK Migas mencatat, akhir 2025 ada lebih dari 17.000 sumur minyak dan gas berstatus idle atau shut-in.

>>> Sidang dr. Tifa: Eksepsi 37 Halaman Dilayangkan, Tuding Dakwaan Lemah

Sebagian besar berada di lapangan tua di Jawa, Sumatera, dan Kalimantan.

Banyak di antaranya masih memiliki cadangan recoverable yang ekonomis jika direaktivasi dengan biaya lebih rendah daripada pengeboran sumur baru.

Namun, mayoritas sumur idle sulit dijangkau Rig konvensional besar.

APMI menggagas perangkat pemboran bernama SLIM (Sinergy Lean Innovative Modular) Rig yang sesuai dengan karakteristik geografis, infrastruktur, dan kebutuhan nasional.

"Dengan SLIM Rig, ribuan idle well yang selama ini 'tertidur' dapat dihidupkan kembali dengan efisien dan biaya terjangkau," tukas Suprijonggo.

SLIM Rig diharapkan mendukung kemandirian industri pemboran nasional, mengurangi ketergantungan impor, menekan biaya operasional, dan memberikan dampak ekonomi lebih besar bagi industri dalam negeri.

"Kami berharap ada dukungan pemerintah untuk karya anak bangsa ini.

Setidaknya, pemerintah dapat memberikan kemudahan, fasilitas, dan prasarana pendukung untuk commissioning dan uji coba peralatan yang sudah siap sejak setahun lalu.

Dengan begitu, rencana pemerintah membangun Rig Merah Putih dapat segera terwujud," serunya.

Pelaku usaha pabrikasi Ir. Doddy Suherman mengatakan, banyak alat pengeboran minyak di Indonesia sudah ketinggalan zaman.

"Alat-alat yang digunakan masih dari era 80-an, sementara dunia lain sudah menggunakan alat yang lebih canggih," tuturnya.

Menurutnya, perlu dilakukan eksplorasi dengan menyesuaikan kondisi geografis Indonesia yang banyak gunung, hutan, dan laut. "Saya bersama tim sudah coba membuat RIG pengeboran modular sederhana," urainya.

Hal senada disampaikan pelaku usaha perbengkelan Ahmad Raudin. "RIG modular dibuat sesederhana mungkin sehingga memudahkan dibawa ke daerah yang sulit dijangkau," tambahnya.

>>> Bola Logam Misterius Diduga Puing Antariksa Terdampar di Pantai Queensland

Ia berharap pemerintah memberi kesempatan untuk menunjukkan karya anak bangsa, yakni RIG portable. Dengan begitu, banyak pengeboran bisa dijalankan tanpa bergantung pada unit berukuran besar.