Keyboard adalah salah satu aplikasi paling intim di ponsel. Setiap hari, kita mengetik kata sandi, detail keuangan, pesan pribadi, dan pencarian internet melaluinya.

Bagi pengguna Android, keyboard default biasanya adalah Gboard buatan Google.

>>> Indonesia Targetkan 40.000 Koperasi Desa Merah Putih Akhir Tahun

Aplikasi ini telah diunduh lebih dari 10 miliar kali di Google Play Store, belum termasuk unduhan dari App Store Apple.

Namun, popularitas Gboard tidak menjamin keamanan data. Sebaliknya, aplikasi ini justru menjadi mimpi buruk bagi privasi.

Berikut penjelasan dan langkah yang bisa Anda ambil.

Keyboard Seharusnya Offline, Tapi Gboard Terus Terhubung ke Internet

Keyboard seharusnya bisa berfungsi penuh tanpa koneksi internet. Namun, Gboard memiliki izin jaringan yang diaktifkan secara default dan tidak bisa dimatikan.

Izin ini memungkinkan Gboard terhubung ke server jarak jauh untuk mengirim dan menerima data.

Dengan akses tersebut, Gboard memantau aplikasi mana yang sedang Anda ketik, berapa lama Anda mengetik, panjang kata, dan lainnya.

Data yang dikumpulkan tidak anonim karena dapat dikaitkan dengan identitas asli Anda.

Sepanjang hari, Gboard juga merekam ketukan tombol (karakter yang diketik) dan pola mengetik, lalu menyimpannya di perangkat.

Pada malam hari, saat ponsel terhubung ke Wi-Fi dan sedang diisi daya, Gboard mengunduh model AI dari internet dan menjalankan sesi pelatihan menggunakan ketukan tombol yang disimpan.

Hasil pembaruan dari sesi ini dikirim kembali ke server.

Meskipun Google mengklaim bahwa ketukan tombol mentah tetap berada di perangkat dan hanya nilai pelatihan yang dikirim, penelitian menunjukkan bahwa data tersebut bisa direkonstruksi.

Fitur Prediksi Kata Bocorkan Data Ketikan Anda