Alam menyimpan banyak kejutan, dan yang paling berharga sering kali berada tepat di bawah kaki kita.

Di kebun dan hutan, tanaman yang sering dianggap gulma ternyata menyimpan potensi kuliner dan ekonomi yang luar biasa.

>>> Teleskop Euclid Temukan 31 Quasar Kuno di Alam Semesta Awal

Salah satu tanaman yang menonjol karena kelangkaan dan nilainya di dunia gastronomi adalah tunas hop liar. Di Belgia, tunas ini dikenal sebagai "truffle dari Utara".

Tunas hop liar menawarkan pengalaman rasa yang unik. Rasa sedikit pahit dengan sentuhan hazelnut membuatnya diburu oleh koki Michelin dan pencinta kuliner.

Tunas ini muncul di awal musim semi, mirip dengan asparagus. Kelangkaan dan proses panen yang rumit membuat harganya mencapai €1.000 (sekitar Rp15 juta) per kilogram.

Mengapa Tunas Hop Liar Begitu Berharga?

Nilai luar biasa dari tunas hop liar sebagian besar disebabkan oleh sulitnya panen dan budidaya. Hanya sedikit produsen di dunia yang mengabdikan diri untuk menanam sayuran ini.

>>> Conair Tarik 12.600 Panggangan Gas Cuisinart Akibat Kaca Pecah

Wilayah seperti Bavaria (Jerman), Belgia, dan Alsace (Prancis) terkenal dengan tanaman hopnya. Kerumitan ini menjadikan tunas hop sebagai salah satu sayuran termahal di planet ini.

Meskipun sulit dibudidayakan secara komersial, para pencinta makanan liar bisa mencoba mencari tunas ini di area hijau di sekitar mereka.

Berburu tunas hop liar bisa menjadi petualangan kuliner yang memperkaya.

Dengan mengamati alam sekitar, kita bisa menemukan kembali harta karun kuliner yang selama ini terabaikan. Alam masih menyimpan banyak rahasia lezat yang menunggu untuk ditemukan.

>>> Saksi Bantah Versi ICE soal Penembakan di Houston, Jaksa Lokal Usut

Saat berjalan-jalan di hutan atau bahkan di halaman belakang, perhatikan tanaman hijau di sekitar. Tanaman yang mungkin dianggap semak belukar bisa jadi adalah permata gastronomi sejati.