Fitur 'Super Sensing' Ray-Ban Meta Makin Perparah Masalah Privasi
Masalah privasi pada kacamata pintar Ray-Ban Meta kembali mencuat.
Setelah Meta diam-diam mengakui adanya penyalahgunaan fitur kamera, kini beredar kabar bahwa perusahaan tersebut tengah menguji fitur baru yang disebut 'super sensing'.
>>> San Diego Setujui Penggunaan Robot Taktis TAC-CAT untuk Kepolisian
Fitur ini dikabarkan akan menonaktifkan lampu indikator LED saat merekam, sehingga kamera dan mikrofon dapat merekam cuplikan aktivitas pengguna secara terus-menerus tanpa sepengetahuan orang di sekitar.
Super Sensing yang Super Invasif
Menurut laporan Financial Times, fitur 'super sensing' saat ini masih dalam tahap pengujian menggunakan prototipe.
Jika disetujui, fitur ini dapat dikirimkan ke perangkat Ray-Ban Meta yang sudah ada melalui pembaruan perangkat lunak.
Konsepnya adalah kacamata akan merekam foto, video, dan audio sepanjang hari, lalu menggunakan kecerdasan buatan untuk mengkatalogkannya. Hal ini memungkinkan pencarian 'memori' secara real-time.
Tidak adanya lampu indikator LED menjadi tanda bahaya privasi yang serius. Orang-orang di sekitar tidak akan tahu apakah mereka sedang direkam atau tidak.
Perbaikan Indikator LED Sebelumnya
Kabar ini muncul tak lama setelah Meta merilis pembaruan perangkat lunak untuk kacamata pintarnya.
>>> Kebijakan Baru: Polisi Greensboro Wajib Bawa TASER di Sisi Berlawanan dari Senjata Api
Pembaruan tersebut membuat kamera tidak berfungsi jika ada upaya untuk merusak atau menonaktifkan indikator LED perekaman.
Meta juga meningkatkan moderasi di platformnya terhadap alat dan layanan yang mengklaim dapat menonaktifkan LED. Langkah ini dianggap sebagai upaya kecil untuk meningkatkan keamanan dan privasi.
Namun, kekhawatiran tetap ada dan dapat merusak salah satu fitur paling menyenangkan dari Ray-Ban Meta bagi pengguna yang tidak menyalahgunakannya.
Fitur 'super sensing' Meta memberikan sentuhan AI pada tren life-logging yang sebelumnya gagal karena masalah privasi dan kurangnya minat.
Sebagai perbandingan, kacamata pintar MemoMind One baru-baru ini hadir dengan fungsi memori bertenaga AI, tetapi hanya mengandalkan audio tanpa kamera.
Perlu dicatat bahwa fitur 'super sensing' belum resmi dan Meta kemungkinan akan terus menguji fitur baru yang mungkin tidak pernah dirilis ke publik.
>>> Mobil Listrik Pertama BAIC di Indonesia, T1, Bisa Dipesan Rp5 Juta
Mengingat reaksi negatif yang sudah ada, fitur ini tampaknya akan masuk dalam kategori 'ide buruk'.
Update Terbaru
Bukan Cuma Ngebut, Frekuensi 700 MHz Bikin 5G Lebih Mudah Didapat
Kamis / 09-07-2026, 19:44 WIB
Solo Leveling Incar Rain dan Lee Sung Min untuk Peran Penting
Kamis / 09-07-2026, 19:28 WIB
Patrick Stewart Bantah Rumor Pensiun Usai Avengers: Doomsday
Kamis / 09-07-2026, 19:28 WIB
Persona 4 Revival Dikabarkan Tambah Adegan Marie, Harapan Integrasi Lebih Baik
Kamis / 09-07-2026, 19:24 WIB
Badai Parah dan Banjir Bandang Ancam Wilayah Philadelphia Raya
Kamis / 09-07-2026, 19:23 WIB
Manga Monochrome Days Karya Yosuke Matsumoto Akan Berakhir pada 2 Agustus
Kamis / 09-07-2026, 19:22 WIB
Tim MLB Bersaing Hadapi Keputusan Kritis di Tengah Deadline Perdagangan Juli
Kamis / 09-07-2026, 19:22 WIB
Serangan Udara AS Tewaskan 14 Orang di Iran, Target Dekat PLTN Bushehr
Kamis / 09-07-2026, 19:22 WIB
Hoosier dan Louisiana Lottery Umumkan Nomor Pemenang Terbaru
Kamis / 09-07-2026, 19:21 WIB
Peternak Missouri Bangun Kerajaan Daging Sapi Lewat Rantai Pasok Mandiri
Kamis / 09-07-2026, 19:21 WIB
Pelatih FC Barcelona Femeni Pere Romeu Perpanjang Kontrak Dua Tahun
Kamis / 09-07-2026, 19:21 WIB
Ticketmaster Resmi Buka Platform Jual Beli Tiket Lowlands 2026
Kamis / 09-07-2026, 19:21 WIB
OAZE Lakeside Homes Hadir di Cikarang, Hunian Premium LippoLand Bidik Profesional hingga Investor
Kamis / 09-07-2026, 19:19 WIB
NFH Expo 2026 Resmi Dibuka, Dorong Kolaborasi Industri F&B dan Hospitality
Kamis / 09-07-2026, 19:18 WIB







