Serangan udara balasan Amerika Serikat selama dua hari hingga Kamis menewaskan setidaknya 14 orang dan melukai 78 lainnya di Iran selatan.

Target serangan mencakup infrastruktur militer dan area di sekitar Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Bushehr.

>>> Hoosier dan Louisiana Lottery Umumkan Nomor Pemenang Terbaru

Eskalasi militer ini dipicu oleh serangan Iran terhadap tiga kapal dagang di Selat Hormuz beberapa waktu sebelumnya. Pejabat AS menyatakan respons militer multitarjet dilakukan sebagai balasan.

Wakil Gubernur Provinsi Bushehr, Ehsan Jahangirian, melaporkan melalui kantor berita IRNA bahwa proyektil AS menghantam sejumlah lokasi pesisir.

Termasuk area sekitar PLTN komersial, dermaga nelayan, dan pangkalan militer Choghaddak.

Menurut Komando Pusat Militer AS, serangan terbaru mengenai sekitar 90 target. Sasaran meliputi infrastruktur angkatan laut, pertahanan udara, dan fasilitas penyimpanan drone di sepanjang pantai Iran.

Bersamaan dengan serangan itu, jenazah mantan Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei tiba di Mashhad untuk dimakamkan pada Kamis.

Peristiwa itu terjadi 131 hari setelah ia tewas di awal konflik AS-Israel dengan Iran.

>>> Peternak Missouri Bangun Kerajaan Daging Sapi Lewat Rantai Pasok Mandiri

Berbicara kepada wartawan di Air Force One usai KTT NATO di Turki, Presiden AS Donald Trump mengklaim Teheran telah menghubungi pihaknya untuk mencari solusi diplomatik.

Trump mengatakan Iran "sangat ingin membuat kesepakatan."

Namun, Trump menyatakan skeptis terhadap keandalan Iran.

Ia menyebut Iran "agak gila" dan "sedikit di luar kendali," tetapi tetap mengizinkan pembicaraan berlanjut meski gencatan senjata 60 hari pada pertengahan Juni telah dihentikan.

Trump menyebut serangan itu sebagai "pembalasan atas pemboman kapal-kapal oleh Iran kemarin." Ia memperingatkan, "Jika terjadi lagi, akan jauh lebih buruk!"

Juru bicara Kementerian Kesehatan Iran, Hossein Kermanpour, merilis angka korban resmi di media sosial pada Kamis.

>>> Pelatih FC Barcelona Femeni Pere Romeu Perpanjang Kontrak Dua Tahun

Ia mengonfirmasi 14 tewas, termasuk tiga orang di Provinsi Khuzestan dan seorang petugas pemadam kebakaran di bandara Iranshahr.