Kekalahan tuan rumah Amerika Serikat dari Belgia di babak 16 besar Piala Dunia FIFA 2026 memunculkan perbincangan baru di media sosial.

Istilah "Trump Curse" atau "Kutukan Trump" menjadi topik yang ramai dibahas setelah Presiden AS Donald Trump ikut terseret dalam kontroversi pertandingan tersebut.

>>> Nonton dan Download Film Moana Live-Action (2026) Sub Indo di Bioskop Bukan LK21: Transformasi Gila-gilaan Dwayne The Rock Johnson sebagai Maui

Sejumlah pengguna media sosial menyebut campur tangan Trump kerap membawa nasib buruk bagi tim nasional Amerika Serikat.

Perdebatan bermula setelah Trump mengaku telah menghubungi Presiden FIFA Gianni Infantino terkait kartu merah yang diterima penyerang AS, Folarin Balogun.

Langkah tersebut memicu kritik dari berbagai pihak dan memunculkan tudingan adanya intervensi politik terhadap keputusan sepak bola.

Kontroversi itu bahkan mendorong munculnya seruan dari sejumlah pihak di Eropa agar proses pengambilan keputusan FIFA diselidiki.

Sebagian anggota parlemen Eropa juga dilaporkan mendorong investigasi untuk memastikan tidak ada tekanan politik dalam pencabutan sanksi terhadap Balogun.

Meski demikian, kontroversi tersebut tidak membantu performa Amerika Serikat. Tuan rumah tersingkir setelah kalah telak 1-4 dari Belgia.

Di media sosial, banyak warganet mengaitkan hasil tersebut dengan apa yang mereka sebut sebagai "Kutukan Trump".

"Pada titik ini, dukungan Trump mulai terlihat bukan sebagai dukungan, melainkan kutukan," tulis salah seorang pengguna media sosial, mengutip Euro News, Kamis (9/7/2026).

>>> 4 Kebiasaan Malam yang Tingkatkan Risiko Penyakit Jantung

Pengguna lain menulis, campur tangan Trump justru membuat simpati publik dunia berbalik mendukung Belgia.

Tak hanya soal sepakbola, peristiwa olahraga lain yang kerap dikaitkan warganet dengan "kutukan" tersebut juga muncul.