Otoritas Anti-Fraud Uni Eropa menemukan peredaran lebih dari 200 ribu kondom palsu yang berasal dari China. Temuan ini dinilai membahayakan kesehatan seksual ribuan warga Eropa.

Menurut laporan Euro News, kondom palsu tersebut masuk dengan klaim sebagai mainan sehingga lolos dari standar keamanan kesehatan Uni Eropa.

>>> Prancis vs Maroko: Duel Pasca-Kolonial di Perempat Final Piala Dunia 2026

Kondom itu disita di Rumania, Serbia, dan Spanyol dengan nilai sekitar 200 ribu euro atau Rp4,1 miliar.

Kepala Otoritas Anti-Fraud Uni Eropa Petr Klement dalam siaran pers menegaskan bahwa kondom palsu berbahaya karena belum diuji, tidak terkontrol, dan tidak aman.

Kondom tersebut dijual menggunakan nama dan logo merek terkenal, meski merek spesifik tidak disebutkan.

Uni Eropa kini bekerja sama dengan pihak berwenang China untuk mengidentifikasi eksportir di balik peredaran ini.

Bahaya Kondom Palsu

Kondom palsu tidak secara langsung menyebabkan infeksi menular seksual (IMS), yang disebabkan oleh bakteri, virus, atau parasit.

Namun, kondom cacat produksi yang mudah robek, bocor, atau tidak memenuhi standar mutu dapat gagal berfungsi sebagai penghalang.

Akibatnya, risiko penularan IMS meningkat saat hubungan seksual. Hal serupa juga terjadi pada kondom yang digunakan dengan cara salah atau sudah kedaluwarsa.

CDC Amerika Serikat menyebutkan bahwa kondom tidak memenuhi standar mutu dapat memiliki bahan terlalu tipis, lubang mikro akibat cacat produksi, pelumas tidak memadai, dan tidak lolos uji mutu serta uji kebocoran.

>>> Prabowo Resmikan Peluncuran Biodiesel B50, Lanjutan Program Mandatori

Penyakit yang Dipicu Kondom Cacat

Penelitian dalam jurnal The Lancet menemukan bahwa penggunaan kondom yang salah atau tidak sesuai standar dapat meningkatkan risiko infeksi gonore pada pria.