Insentif Kendaraan Listrik Mulai Dipangkas, Ini yang Terdampak
Pemerintah China kembali memangkas berbagai insentif bagi kendaraan energi baru (NEV). Mulai 1 Januari 2027, sejumlah kategori kendaraan listrik tidak lagi menikmati pembebasan pajak kendaraan tahunan.
Kebijakan baru ini menghapus fasilitas bebas pajak untuk kendaraan komersial listrik, kendaraan plug-in hybrid (PHEV), termasuk model extended-range electric vehicle (EREV), serta kendaraan komersial berbasis sel bahan bakar.
>>> Jadi Model Dior Jelang Ultah 18, Anak Nicole Kidman Jadi Sorotan di Paris
Pemerintah juga mengakhiri potongan 50 persen pajak bagi kendaraan hemat energi.
Perubahan tersebut diumumkan melalui pernyataan bersama Kementerian Keuangan China, Administrasi Perpajakan Negara, serta Kementerian Perindustrian dan Teknologi Informasi (MIIT).
Mobil Penumpang BEV dan Hidrogen Tetap Bebas Pajak
Kebijakan ini tidak berlaku bagi mobil penumpang listrik berbasis baterai (BEV) maupun mobil penumpang berbahan bakar hidrogen.
Kedua jenis kendaraan tersebut tetap dibebaskan dari pajak kendaraan tahunan karena tidak memiliki kapasitas mesin.
Artinya, mobil penumpang BEV masih akan menikmati tarif pajak kendaraan sebesar nol yuan. Segmen ini juga merupakan kategori NEV terbesar di pasar otomotif China saat ini.
Pajak kendaraan di China merupakan pajak tahunan yang dikenakan kepada pemilik atau pengelola kendaraan.
>>> 7 Rekomendasi Cushion di Bawah Rp 100 Ribu, Termasuk Viva Velvet Cushion
Untuk mobil penumpang bermesin 1,6 liter hingga 2,0 liter, besaran pajak berkisar antara 360 yuan hingga 660 yuan per tahun, atau sekitar Rp950 ribu hingga Rp1,7 juta.
Setelah aturan baru berlaku pada awal 2027, pemilik kendaraan yang sebelumnya mendapat pembebasan pajak tetapi kini tidak lagi memenuhi syarat wajib membayar pajak kendaraan, baik untuk kendaraan baru maupun yang telah dimiliki sebelumnya.
Besaran tarif akan ditetapkan oleh pemerintah provinsi masing-masing.
Kementerian Keuangan China menjelaskan bahwa insentif pajak yang diberlakukan sejak 2012 telah berperan penting dalam mendorong adopsi kendaraan energi baru dan kendaraan hemat energi.
Namun, dengan pesatnya perkembangan industri NEV, pemerintah menilai kondisi pasar dan lingkungan kebijakan telah berubah sehingga dukungan fiskal perlu disesuaikan.
Data sepanjang 2025 menunjukkan penjualan kendaraan energi baru di China mencapai 16,49 juta unit.
>>> Kontribusi Terbesar Undead Labs untuk Xbox: Teknologi yang Ditinggalkan
Angka tersebut mencakup lebih dari 50 persen total penjualan mobil baru di pasar domestik, menandai dominasi kendaraan ramah lingkungan di industri otomotif China.
Update Terbaru
Review Acer Nitro 18 AI: Layar Besar, Harga Terjangkau, Performa Terbatas
Rabu / 08-07-2026, 21:15 WIB
Nintendo Akan Terus Jual Switch 1 di Luar Eropa hingga 2027
Rabu / 08-07-2026, 21:15 WIB
Kunjungan Perdana Raja Charles ke Isle of Man, Akan Berpidato di Parlemen
Rabu / 08-07-2026, 21:15 WIB
Drone Ukraina Serang Tiga Kilang Minyak Canggih Rusia
Rabu / 08-07-2026, 21:14 WIB
19 Pemain Terancam Absen di Semifinal Piala Dunia 2026 Jika Kena Kartu Kuning Lagi
Rabu / 08-07-2026, 21:14 WIB
BPOM Dukung Pengembangan Vaksin mRNA DBD Pertama di Dunia
Rabu / 08-07-2026, 21:14 WIB
Kata-kata Terakhir Pilot Boeing 737 Sebelum Hilang Kontak di Laut Arab
Rabu / 08-07-2026, 21:14 WIB
Brabus Kini Garap Kapal Pesiar Mewah Lewat Kolaborasi dengan AB Yachts
Rabu / 08-07-2026, 21:13 WIB
9 Hari Tak Kunjung Padam, Petugas Doa Bersama di TPA Jatiwaringin
Rabu / 08-07-2026, 21:13 WIB
Wamenaker Dorong Gen Z Wirausaha: Jangan Hanya Bergantung Lowongan
Rabu / 08-07-2026, 21:13 WIB
Trump: AS Akan Serang Iran Malam Ini Setelah Batalkan MoU Damai
Rabu / 08-07-2026, 21:08 WIB
Anggota Parlemen Uni Eropa Desak Komite Etik FIFA Selidiki Infantino
Rabu / 08-07-2026, 21:08 WIB
Polisi Gelar Sayembara Rp20 Juta Tangkap Erlan Kasus Sekdin Bangkalan
Rabu / 08-07-2026, 21:08 WIB
Netflix Siap Bersaing dengan Disney dan YouTube untuk Hak Siar Piala Dunia FIFA di AS
Rabu / 08-07-2026, 21:07 WIB







