Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia (Kemlu RI) meminta semua pihak menahan diri menyusul serangan terbaru Amerika Serikat terhadap Iran pada Rabu (8/7) malam.

Juru bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang, menyampaikan pernyataan tersebut saat konferensi pers di Gedung Palapa, Kamis (9/7).

>>> Penggugat Stefon Diggs Serahkan Bukti Teks ke Pengadilan

"Terkait AS dan Iran, dalam konteks ini tentunya Indonesia menyerukan agar semua pihak dapat terus menahan diri dan menghindari tindakan yang dapat memperburuk situasi, melakukan deeskalasi, mengedepankan dialog, menghormati hukum internasional, serta melanjutkan proses negosiasi," ujar Yvonne.

Indonesia juga menekankan pentingnya proses perdamaian antara AS dan Iran untuk menjaga stabilitas, keamanan, dan perdamaian kawasan.

"Dan memulihkan keamanan khususnya di Selat Hormuz," tambahnya.

Serangan AS dan Dampaknya

AS kembali menggempur Iran habis-habisan mulai Rabu malam. Hingga saat ini, ada 170 target di Iran yang menjadi sasaran militer AS.

>>> Bareskrim Tangkap Bandar Narkoba Pembunuh 3 Anggota Polres Katingan

Sebagian besar serangan menargetkan wilayah selatan Iran, namun beberapa serangan masuk jauh ke pedalaman dan ke utara negara tersebut.

Imbas serangan brutal dalam dua hari ini, Kementerian Kesehatan Iran mencatat 14 orang tewas dan 78 lainnya mengalami luka-luka.

Iran juga melaporkan AS menyerang infrastruktur sipil seperti jembatan kereta api di Aqalla. Dalam video yang beredar, jembatan itu tampak rusak parah.

Penargetan infrastruktur sipil penting seperti instalasi air dan listrik dapat dianggap sebagai kejahatan perang.

>>> Harga BBM B50 Resmi Diluncurkan Prabowo, Ini Rinciannya

Menanggapi serangan ini, Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) bersumpah akan meluncurkan balasan yang lebih tegas.