Presiden Komisaris METRO Department Store Anita Ratnasari Tanjung mengungkapkan bahwa porsi produk lokal, termasuk produk UMKM, telah mencapai 60 persen di pusat perbelanjaan tersebut.

Pernyataan itu disampaikan Anita dalam acara "Launching Akses Pasar Produk UMKM ke Jaringan METRO Department Store" di gerai METRO Trans Studio Mall Cibubur, Kamis (9/7).

>>> Nonton Film Pemikat Jiwa (2026) di Bioskop Bukan LK21: Teror Mematikan di Balik Ritual Pelet Pengikat Nyawa, Tayang Hari Ini!

"Kami komitmen untuk selalu mengedepankan produk-produk Indonesia. Ini terbukti sudah 60 persen produk-produk UMKM di METRO telah ada," ujar Anita.

Produk lokal tersebut tersebar tidak hanya di Jakarta, tetapi juga di 14 gerai METRO di seluruh Indonesia.

Anita menjelaskan, dominasi produk lokal di METRO tidak lepas dari kepemilikan CT Corp yang mencapai 100 persen. Sebelumnya, department store ini dimiliki oleh Metro Holding Singapore.

Oleh karena itu, METRO menyambut baik kolaborasi dengan Kementerian Perdagangan untuk membuka akses pasar produk UMKM ke jaringan ritel modern.

Kerja sama ini ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman (MoU).

Pada tahap pertama, terdapat 11 UMKM yang terpilih untuk memajang produknya di 14 gerai METRO di seluruh Indonesia.

"Ini menandakan bahwa kita terus support program UMKM, tentunya di METRO.

>>> Download dan Nonton Film Foufo (2026) di Bioskop Bukan LK21: Ketika Alien Mendarat di Kampung Rongsokan di Madura

Produk-produk UMKM yang sudah ada di METRO tentunya sudah dikurasi terlebih dahulu dan juga ini merupakan langkah yang sangat baik, karena dilihat dari kualitasnya sudah sangat baik," tutur Anita.

Menteri Perdagangan Budi Santoso mengungkapkan, dahulu ada kewajiban memasukkan 30 persen produk lokal ke ritel modern. Namun kini Kemendag mendorong pola kemitraan atau kolaborasi.