Wakil Menteri Sosial (Wamensos) Agus Jabo Priyono mendorong pemerintah daerah memperkuat kolaborasi dengan pemerintah pusat dalam pelaksanaan program Sekolah Rakyat.

Kolaborasi itu diyakini akan mempercepat tahapan penyelenggaraan Sekolah Rakyat.

>>> 200 Ribu Kondom Palsu Asal China Beredar di Eropa, Begini Bahayanya

Hal tersebut disampaikan saat menerima audiensi Pemerintah Kota Subulussalam, Pemerintah Kabupaten Aceh Singkil, dan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu di Kantor Kemensos, Jakarta, Kamis (9/7).

Wamensos mengatakan pemerintah berupaya mempercepat pembukaan akses pendidikan bagi anak-anak dari keluarga miskin dan miskin ekstrem. Namun, seluruh tahapan pembangunan dan pengelolaan program tetap mengikuti mekanisme yang berlaku.

"Presiden memang maunya cepat, karena masih ada sekitar 4 juta anak yang belum sekolah. Tapi tahapannya tetap harus sesuai mekanisme Kemensos agar penganggaran bisa dipertanggungjawabkan," kata Agus Jabo.

Dia menekankan pentingnya penyelesaian administrasi lahan untuk pembangunan Sekolah Rakyat permanen, terutama untuk Kabupaten Aceh Singkil. Bupati Singkil Safriadi Oyon merespons positif hal tersebut.

"Untuk lahan, sertifikat harus dibawa. Kalau tidak bawa sertifikat, urusan sekolah tidak bisa diproses.

Minggu ini saya minta untuk buktikan. Saya berharap Singkil memiliki Sekolah Rakyat permanen.

Kalau bisa tahun ini," katanya.

Sementara itu, Wali Kota Subulussalam Rasyid melaporkan progres pembangunan Sekolah Rakyat di wilayahnya yang telah memasuki tahap akhir.

"Alhamdulillah, Sekolah Rakyat kami sudah tahap finishing. Terakhir progresnya mencapai 74 persen," ujarnya.

>>> Prancis vs Maroko: Duel Pasca-Kolonial di Perempat Final Piala Dunia 2026

Ia menambahkan percepatan pembangunan dilakukan dengan melibatkan berbagai unsur yang bekerja secara bergantian untuk mengejar target penyelesaian di tanggal 14 Juli mendatang.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Indragiri Hulu, Rika Varia Nora, menyampaikan sejumlah tantangan pelayanan sosial di daerahnya.