Meta resmi meluncurkan Muse Image, model generator gambar pertama dari Superintelligence Labs.

Fitur ini memungkinkan pengguna memanfaatkan postingan dan Reels publik di Instagram untuk membuat konten berbasis kecerdasan buatan (AI).

>>> Manuel Akanji Yakin Swiss Bisa Bikin Argentina Kesulitan di Perempat Final Piala Dunia 2026

Muse Image sudah tersedia di Instagram, WhatsApp, dan Meta AI. Ke depannya, fitur ini akan hadir di Facebook Messenger.

Model AI ini terhubung ke seluruh alat kreatif di ekosistem Meta AI.

Pengguna dapat menggunakan lebih dari 30 efek baru berbasis AI untuk Instagram Stories, serta menghasilkan gambar dalam obrolan yang bisa dikirim langsung lewat WhatsApp.

Kontroversi Privasi

Fitur ini dapat mengambil gambar dari akun Instagram hanya dengan menyebutkan nama akun tersebut.

Jika akun tidak diatur dalam mode privat, siapa saja bisa membuat konten menggunakan foto dan video milik pengguna.

>>> STY Punya Misi Lebih Besar dari Sekadar Bawa Persija Juara Piala Presiden 2026

Pengguna juga tidak akan menerima notifikasi jika kontennya digunakan. Hal ini memicu kritik dari berbagai pihak, termasuk lembaga advokasi konsumen Public Citizen.

Public Citizen menyebut fitur ini sebagai pelanggaran privasi yang nyata. Direktur kebijakan teknologi dan tata kelola AI federal di Public Citizen, J.

B Branch, menegaskan bahwa masyarakat tidak ingin wajah mereka dijadikan bahan eksperimen AI tanpa izin.

Branch menambahkan bahwa Meta mengaktifkan fitur ini secara otomatis dan menyembunyikan opsi penolakan di dalam pengaturan akun.

>>> IHSG Ditutup Hijau ke Level 5.912 pada Perdagangan Kamis Sore

Ia menilai ini adalah taktik lama perusahaan yang mendahulukan kepentingan bisnis di atas hak publik.