Timnas Swiss berhasil melaju ke perempat final Piala Dunia 2026 setelah menyingkirkan Kolombia melalui adu penalti di Stadion BC Place.

Kini, mereka harus menghadapi tantangan terbesar: juara bertahan Argentina.

>>> STY Punya Misi Lebih Besar dari Sekadar Bawa Persija Juara Piala Presiden 2026

Bek andalan Manuel Akanji menegaskan kesiapan skuadnya untuk laga krusial tersebut.

"Bermain melawan juara bertahan Argentina, saya pikir tidak ada tantangan yang lebih besar," ujar Akanji, dikutip dari Antara.

Pemain Inter Milan itu menyadari bahwa setiap babak gugur akan semakin sulit.

"Setiap babak berikutnya semakin sulit, tetapi saya pikir kami siap menghadapi tantangan itu," tambahnya.

Belajar dari Kegagalan Penalti

Swiss melaju ke babak 16 besar setelah mengalahkan Aljazair 2-0 berkat gol Breel Embolo dan Dan Ndoye.

Di babak 16 besar, mereka bermain imbang tanpa gol melawan Kolombia selama 120 menit.

>>> IHSG Ditutup Hijau ke Level 5.912 pada Perdagangan Kamis Sore

Die Nati akhirnya menang 4-3 melalui adu penalti.

Menariknya, Akanji menjadi satu-satunya eksekutor Swiss yang gagal setelah tendangannya ditepis kiper Kolombia.

Ia mengakui keraguan sesaat sebelum menendang menjadi penyebab kegagalannya.

"Saya mengubah keputusan di detik terakhir. Saya sebenarnya ingin menendang ke kiri atas," ungkap Akanji.

Meski kecewa, ia memuji rekan-rekannya yang tetap tenang saat adu penalti.

"Itu adalah penalti yang sulit bagi saya. Saya memberikan pujian kepada pemain lainnya karena mereka mampu melakukan tugas mereka dengan sangat baik," tuturnya.

>>> KPK Tahan Eks Sekjen MPR Ma'ruf Cahyono Tersangka Gratifikasi

Akanji optimistis Swiss bisa merepotkan Argentina di perempat final.