Laga perempat final Piala Dunia 2026 antara Prancis dan Maroko menyimpan cerita unik di balik persaingan sengit kedua tim.

Sejumlah pemain Maroko justru merupakan hasil didikan sistem sepak bola Prancis.

>>> Wartawan Ribut Saat Jumpa Pers, Bintang Maroko Sampai Lupa Pertanyaan

Dari 26 pemain yang dipanggil, hanya tujuh yang lahir di Maroko. Sisanya, sebanyak 19 pemain atau sekitar 73 persen, lahir di luar negeri dan memilih membela Singa Atlas.

Prancis dan Spanyol menjadi dua negara yang paling banyak menyumbang pemain untuk skuad Maroko. Masing-masing negara melahirkan enam pemain yang kini memperkuat tim Afrika tersebut.

Strategi Diaspora Maroko

Beberapa nama yang tumbuh di Prancis antara lain Ayyoub Bouaddi, Issa Diop, hingga Neil El Aynaoui.

Para pemain ini sempat menimba ilmu di akademi sepak bola Prancis, bahkan ada yang pernah membela tim nasional kelompok usia.

>>> 3 Warga Bandung Barat Tewas Akibat Ledakan Mortir, Diduga Memulung Amunisi Bekas

Bouaddi menjadi sosok paling mencuri perhatian di Piala Dunia 2026. Gelandang berusia 18 tahun itu tampil impresif dan kini masuk radar klub-klub besar Eropa.

Lahir di Senlis, Prancis, Bouaddi sempat memperkuat tim muda Prancis sebelum akhirnya memilih membela Maroko. Keputusan itu kini terbukti tepat seiring performa gemilangnya di turnamen.

Fenomena ini bukan kebetulan, melainkan bagian dari strategi federasi sepak bola Maroko. Mereka memantau pemain keturunan di Eropa dan berupaya meyakinkan mereka untuk memperkuat tim nasional.

>>> Patimban Disiapkan Jadi Penopang Logistik saat Tanjung Priok Padat

“Ini adalah bagian dari kekuatan diaspora yang dimiliki Maroko,” tulis laporan media setempat.