Patimban Disiapkan Jadi Penopang Logistik saat Tanjung Priok Padat
Pelabuhan Patimban di Subang, Jawa Barat, disiapkan untuk menjadi penopang logistik saat Pelabuhan Tanjung Priok mengalami kepadatan.
CEO PT Pelabuhan Patimban International (PPI) Fuad Rizal mengatakan bahwa pelabuhan ini dibangun pemerintah untuk melengkapi Tanjung Priok yang sudah sangat padat.
>>> Menlu Sugiono dan Ketua MPR Terbang ke Iran Malam Ini
"Tujuan Pelabuhan Patimban ini dibuat oleh pemerintah sebenarnya untuk mengkomplementer Pelabuhan Tanjung Priok yang memang sudah sangat padat," ujar Fuad kepada wartawan di kawasan Pelabuhan Patimban, Subang, Jawa Barat, Kamis (9/7).
Fuad menambahkan, dengan adanya Pelabuhan Patimban, pertumbuhan ekonomi dan industri dari kawasan Jawa Barat maupun Jawa Tengah dapat dilayani.
Kapasitas dan Mitra Operasional
Saat ini, terminal kendaraan di pelabuhan tersebut memiliki kapasitas 218 ribu unit kendaraan per tahun, sedangkan terminal peti kemas berkapasitas 525 ribu TEU.
PPI bekerja sama dengan dua mitra, yaitu Patimban International Car Terminal (PICT) untuk terminal kendaraan dan Patimban Global Terminal (PGT) untuk terminal peti kemas.
PGT didukung oleh Toyota Tsusho, Mediterranean Shipping Company (MSC) melalui Africa Global Logistics, serta Samudera Indonesia.
Sejak terminal kendaraan beroperasi pada 2022, sekitar 70 persen ekspor kendaraan Indonesia berasal dari Toyota dan Daihatsu.
>>> Hari ke-10 Kebakaran TPA Jatiwaringin, Titik Api Tersisa 5 Persen
Fuad mengungkapkan, kegiatan bongkar muat di terminal kendaraan konsisten di atas 200 ribu kendaraan per tahun.
Dukungan JICA dan Proyek Strategis Nasional
Kepala Perwakilan JICA Indonesia Takeda Sachiko mengatakan pembangunan Pelabuhan Patimban merupakan bagian dari upaya mengatasi kepadatan logistik di sekitar Jakarta dan memperkuat jaringan ekspor kawasan industri di Jawa Barat.
Takeda menerangkan banyak perusahaan Jepang yang beroperasi di kawasan tersebut membutuhkan pelabuhan dengan akses logistik yang lebih efisien.
Pelabuhan ini juga menjadi salah satu proyek strategis nasional yang diharapkan mendorong pertumbuhan kawasan Rebana (Cirebon-Patimban-Kertajati).
"Patimban menjadi pusat di sebelah timur laut Jawa Barat, Rebana, ini menjadi sasaran pembangunan.
Dengan adanya Patimban maka daerah Rebana akan berkembang dan akan muncul pekerjaan-pekerjaan yang bisa membangun wilayah Jawa Barat bagian timur laut," sebut Takeda.
>>> MK Buka Suara Soal Pelibatan MPR dalam Tafsir Konstitusi
JICA memberikan pinjaman untuk proyek tersebut sebesar 272,5 miliar yen atau sekitar Rp30,58 triliun.
Update Terbaru
Gaji Presiden FIFA Gianni Infantino Naik 29 Persen pada 2025
Kamis / 09-07-2026, 19:08 WIB
Cuan Karbon Sejahterakan Warga Desa di Belantara Hutan Jambi
Kamis / 09-07-2026, 19:08 WIB
Mengapa Perut Pria Semakin Buncit Seiring Bertambahnya Usia?
Kamis / 09-07-2026, 19:07 WIB
Timnas Voli Putra Indonesia Target Juara SEA V Cup 2026
Kamis / 09-07-2026, 19:07 WIB
Konser Park Ji Hoon di Manila Dibatalkan, Pindah ke Makau
Kamis / 09-07-2026, 19:04 WIB
Kejagung Buka Suara soal Penggeledahan Kasus Korupsi Batu Bara dan Asabri
Kamis / 09-07-2026, 19:03 WIB
Momen Trump Salah Sebut Iran Jadi Jepang di KTT NATO
Kamis / 09-07-2026, 19:03 WIB
Vernon SEVENTEEN Rilis Lagu Solo Emosional "MIA" yang Terinspirasi Kisah Hidupnya
Kamis / 09-07-2026, 19:01 WIB
Keluarga Ibu dan Dua Anak yang Ditemukan Tewas di Rumah Ungkap Kehilangan Tak Terbayangkan
Kamis / 09-07-2026, 19:01 WIB
Prancis vs Maroko: Duel Dribel Cepat Lawan Sprint Kencang di Perempat Final Piala Dunia 2026
Kamis / 09-07-2026, 19:00 WIB
Prabowo Tantang 3 Menteri Bangun PLTS 100 Gigawatt dalam Dua Tahun
Kamis / 09-07-2026, 19:00 WIB
Eks Sekjen MPR Diduga Terima Rp30 Miliar dari 'Uang Assalamualaikum'
Kamis / 09-07-2026, 19:00 WIB
Hari ke-10 Kebakaran TPA Jatiwaringin, 61 Warga Terpapar ISPA
Kamis / 09-07-2026, 19:00 WIB
'Kutukan Trump' Dituding Jadi Penyebab AS Kalah di Piala Dunia
Kamis / 09-07-2026, 19:00 WIB







