Tiga warga Kampung Ciparang, Desa Cipatat, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat, tewas akibat ledakan benda yang diduga mortir pada Rabu (8/7).

Korban adalah Ade (21), Suhri (40), dan Rodiana (40). Ketiganya telah dimakamkan pada Kamis (9/7).

>>> Patimban Disiapkan Jadi Penopang Logistik saat Tanjung Priok Padat

Polisi bergerak cepat mengamankan lokasi kejadian dan menyelidiki kepemilikan amunisi. Tim Jibom Polda Jawa Barat datang untuk mengamankan sisa amunisi lainnya.

Korban Kerap Memulung Amunisi Bekas

Damet (43), saksi mata, menceritakan bahwa ia mendengar suara ledakan keras. Ia lalu diminta tolong tetangganya untuk mengecek sumber ledakan.

Damet melihat ketiga korban tergeletak dengan luka parah di sekujur tubuh yang bersimbah darah.

Menurut Damet, ketiga korban memang kerap memungut amunisi bekas latihan TNI di area Pusat Pendidikan Infanteri (Pusdikif). Padahal, profesi asli mereka adalah petani.

"Memang suka memulung peluru bekas latihan, cuma kalau memulung mortir mungkin baru kali ini ya.

Kalau saya lihat, memang sepertinya lagi ngebongkar mortir di rumah Ade, soalnya ada palu sama pahat," kata Damet, Kamis (9/7).

Pusdikif Tunggu Hasil Lab

Kepala Departemen Teknik Pusdikif Letkol Inf Sunarya mengatakan, pihaknya belum bisa memastikan jenis dan kepemilikan benda diduga mortir tersebut.

>>> Menlu Sugiono dan Ketua MPR Terbang ke Iran Malam Ini

"Saat ini kami menunggu dari tim Gegana Kepolisian untuk menyampaikan hasil uji laboratorium apakah itu granat dari kami (Pusdikif) atau granat dari mana," kata Sunarya.

Sunarya menjelaskan, kesatuan yang menggunakan amunisi mortir bukan hanya Pusdikif, melainkan juga Pusdikkav. Selain itu, kesatuan yang berlatih di kawasan tersebut bukan hanya Pusdikif.