Makan apel setiap hari bukanlah solusi ajaib, tetapi buah ini kaya akan serat, air, dan senyawa tanaman yang bekerja secara perlahan dalam tubuh.

Ahli gizi sering merekomendasikan apel sebagai camilan harian yang cerdas karena mudah dimakan, manis alami, dan lebih mengenyangkan dibandingkan banyak makanan olahan.

>>> Tunas Hop Liar: Harta Karun Tersembunyi di Bawah Kaki Bernilai Rp15 Juta per Kilo

Mendukung Pencernaan dengan Serat

Sebuah apel ukuran sedang dengan kulitnya mengandung sekitar 4 hingga 5 gram serat. Jumlah ini cukup signifikan di tengah rendahnya asupan serat harian banyak orang.

Apel mengandung serat larut dan tidak larut.

Serat tidak larut membantu menambah volume tinja, sementara serat larut, terutama pektin, membentuk zat seperti gel di saluran pencernaan yang memperlambat pencernaan dan mendukung buang air besar yang teratur.

Inilah sebabnya makan apel utuh terasa lebih memuaskan daripada minum jus apel.

Jus mungkin mengandung vitamin dan rasa, tetapi kehilangan struktur dan serat yang membuat buah utuh bermanfaat bagi pencernaan.

Memberi Makan Bakteri Usus

Serat dalam apel tidak hanya membantu keteraturan. Pektin juga bertindak sebagai prebiotik yang memberi makan bakteri baik di usus.

Seiring waktu, hal ini dapat mendukung mikrobioma usus yang lebih sehat.

Efeknya bertahap dan tergantung pada pola makan secara keseluruhan.

Apel harian paling baik jika menjadi bagian dari pola makan yang mencakup sayuran, kacang-kacangan, biji-bijian, dan buah-buahan lain.

Bagi yang tidak terbiasa makan banyak serat, perubahan ini bisa menyebabkan kembung atau gas sementara. Meningkatkan serat secara bertahap dan minum cukup air biasanya membantu transisi.

Membantu Menjaga Gula Darah Stabil