Rasa lelah memang wajar, tetapi jika kelelahan berlangsung terus-menerus tanpa sebab jelas, bisa jadi ada masalah serius di baliknya.

Kelelahan atau fatigue adalah kondisi kelelahan parah yang membuat seseorang sulit bangun pagi dan menjalani aktivitas. Tidur pun tak cukup mengembalikan energi.

>>> BSI dan BPJS Ketenagakerjaan Buka Akses KPR Syariah 30 Tahun

Gejala kelelahan meliputi kurang energi, mengantuk meski sudah tidur, sulit fokus, dan apatis. Jika Anda mengalaminya, waspadai beberapa penyebab berikut.

Penyebab Kelelahan

Banyak kondisi yang bisa memicu kelelahan, mulai dari yang sementara hingga kronis (berlangsung lebih dari enam bulan).

1. Kebiasaan sehari-hari.

Pola makan tidak seimbang, stres, jarang bergerak, dan konsumsi alkohol berlebihan dapat menyebabkan kelelahan.

2. Gangguan tidur.

Insomnia, sleep apnea, narkolepsi, dan gangguan akibat shift kerja bisa memicu kelelahan jangka panjang.

3. Anemia.

Kekurangan zat besi sering menyebabkan kelelahan, terutama jika disertai jantung berdebar, napas pendek, dan kulit pucat.

>>> Malahayati Consultant dan HMI UI Ajak Mahasiswa Bijak Kelola Keuangan

4. Alergi makanan.

Pada penderita alergi atau intoleransi, makanan justru bisa menguras energi. Penyakit Celiac misalnya, kambuhnya ditandai kelelahan.

5. Infeksi.

Mononukleosis, HIV, Covid-19, influenza, pneumonia, dan penyakit Lyme sering memicu kelelahan.

6. Masalah jantung dan paru-paru.

Penyakit jantung, PPOK, emfisema, dan gagal jantung kongestif umumnya menyebabkan kelelahan.

7. Masalah kesehatan mental.

>>> Hasil AFF Women's Cup 2026: Timnas Putri Indonesia Kalahkan Timor Leste 2-0

Depresi, kecemasan, dan PTSD juga bisa membuat seseorang merasa lelah terus-menerus.