Protes dan bentrokan politik meluas di Benggala Barat, India, setelah serangkaian insiden kekerasan yang memicu kemarahan publik.

Kekerasan dipicu oleh pemerkosaan dan pembunuhan seorang gadis berusia 11 tahun, yang mayatnya ditemukan di sebuah kolam di luar Kolkata pada hari Minggu.

>>> Novel Epilog Mushoku Tensei: Redundant Reincarnation Berakhir di Volume 4

Otopsi mengungkapkan korban mengalami pukulan keras di kepala dan beberapa luka sebelum dimasukkan ke dalam karung dalam keadaan hidup.

Menanggapi penemuan tersebut, massa yang marah menyerang dan membunuh seorang pria berusia 26 tahun karena salah sangka sebagai pelaku.

Polisi kemudian mengklarifikasi bahwa pria yang dihakimi massa itu tidak terkait dengan kejahatan tersebut.

Ketegangan meningkat pada hari Selasa ketika polisi menembak mati tersangka utama, Pravash Mondal, yang disebut mencoba merebut senjata polisi dan melarikan diri.

Penembakan itu menuai kritik tajam dari kelompok oposisi yang menyebutnya sebagai 'pembunuhan dalam penguasaan' dan mempertanyakan keadaan hukum di wilayah tersebut.

Bentrokan terjadi antara pendukung partai penguasa Bharatiya Janata Party dan oposisi Trinamool Congress.

>>> Blue Lock: Persaingan Terbesar Justru di Antara Sang Pencipta

Keluarga korban mengklaim polisi setempat awalnya mengabaikan kasus tersebut, memaksa mereka melakukan pencarian sendiri.

Pemerintah memberlakukan larangan keras terhadap pertemuan umum dan mengerahkan pasukan paramiliter di daerah rawan.

Ketua Menteri yang baru terpilih, Suvendu Adhikari, mengunjungi keluarga Mondal dan menyatakan komitmen pemerintah untuk mencegah insiden serupa.

Namun, para kritikus menuduh Adhikari mencoba mengomunalkan kekerasan karena korban adalah Muslim, sementara pelaku yang diduga mengaku adalah Hindu.

Pria yang dibunuh massa juga diidentifikasi sebagai Hindu. Adhikari menyebut adanya 'koneksi komunal' dan 'konspirasi politik' di balik kerusuhan.

>>> BRIN Perluas Beasiswa dan Mobilitas Riset untuk Siapkan Talenta Nuklir

Polisi telah menangkap lebih dari 30 orang terkait pembunuhan dan kerusuhan.