Tiga Pelaut Thailand Gugat Perusahaan Kapal atas Serangan di Selat Hormuz
Pengadilan Perburuhan Thailand menerima gugatan dari tiga pelaut Thailand yang menuntut ganti rugi atas serangan mematikan terhadap kapal kargo mereka di Selat Hormuz pada Maret lalu.
Serangan itu terjadi saat perang AS-Israel melawan Iran. Dua proyektil menghantam kapal berbendera Thailand, Mayuree Naree, menewaskan tiga awak dan melukai lainnya.
>>> Meta Siap Produksi Massal Chip AI Terbaru pada 2026 Tanpa GPU Eksternal
Gugatan diajukan terhadap perusahaan dan agen yang terkait dengan pemilik kapal, Precious Shipping, serta kapten kapal.
Para penggugat menuntut kompensasi minimal 1 juta baht (sekitar $30.000) per orang.
Menurut pengacara mereka, Kunpat Singhathong, ketiga pelaut didiagnosis menderita gangguan stres pascatrauma (PTSD) dan kemungkinan tidak bisa bekerja sebagai pelaut lagi.
Para pelaut menuduh majikan mereka sengaja mengarahkan kapal ke perairan berbahaya, mempertaruhkan nyawa mereka, dan menyebabkan cedera yang menghalangi mereka bekerja.
Sejauh ini, para awak hanya menerima gaji dua bulan dan penggantian barang hilang.
>>> Mod Final Fantasy Tactics Hadirkan Ulang Pertempuran FF6 dalam Gaya Strategi
Pengacara mengatakan Precious Shipping menyatakan telah membayar semua hak hukum dan menolak tanggung jawab lebih lanjut.
Mantan awak kapal, Noppadon Wongsuvan, mengkritik pembayaran itu sebagai tidak memadai dan di bawah standar internasional.
"Mereka membayar dan berkata jangan minta lebih, apa yang kami beri sudah banyak," ujarnya.
Panithi Tumkaew, mantan awak lainnya yang telah bekerja selama 11 tahun di perusahaan itu, mengatakan ia kini membutuhkan obat penenang karena suara keras membuatnya takut dan tidak bisa kembali bekerja.
Precious Shipping memberi tahu Bursa Efek Thailand bahwa mereka belum menerima dokumen pengadilan. Perusahaan menyatakan telah mendukung para awak sesuai kewajiban hukum dan kontrak.
>>> School Days Rilis di AS, Fakku Akuisisi Katalog Fairytale
Dalam pernyataan resmi, Precious Shipping mengatakan sejak insiden terjadi, perusahaan terus memberikan perawatan dan dukungan kepada awak yang terdampak dan keluarga mereka.
Update Terbaru
Bernostalgia dengan iPod Lewat Aplikasi NostalgicPod, Pemutar Musik Retro Modern
Jumat / 10-07-2026, 22:56 WIB
Jenazah Remaja 18 Tahun yang Hilang di Mississippi Diduga Ditemukan
Jumat / 10-07-2026, 22:56 WIB
Pria Florida Bakar Restoran dengan Tabung Propana, Terekam CCTV
Jumat / 10-07-2026, 22:54 WIB
Dukungan untuk Justin Baldoni dari Bintang 'Jane the Virgin' Usai Bicara Soal Blake Lively
Jumat / 10-07-2026, 22:54 WIB
Veda Ega Pratama Puas Jadi Tercepat di Practice Moto3 Jerman
Jumat / 10-07-2026, 22:54 WIB
Teddy Swims Putus dengan Kekasih Setelah Setahun Punya Anak
Jumat / 10-07-2026, 22:50 WIB
Orang Tua Nolan Wells Tuntut Investigasi Transparan atas Kematian Putranya
Jumat / 10-07-2026, 22:50 WIB
CORTIS: Grup K-Pop yang Mendobrak Formula dengan Kebebasan Kreatif
Jumat / 10-07-2026, 22:49 WIB
Prabowo Puji Prajurit TNI 13 Kali Beruntun Juara Menembak di Australia
Jumat / 10-07-2026, 22:49 WIB
Momen Timnas Mesir Disambut Hangat usai Ukir Sejarah di Piala Dunia
Jumat / 10-07-2026, 22:49 WIB
Mahasiswa FEB USU Diduga Lecehkan Puluhan Korban, Kampus Janji Tindak Tegas
Jumat / 10-07-2026, 22:49 WIB
Yamal Bicara Skenario Impian Lawan Messi di Final Piala Dunia 2026
Jumat / 10-07-2026, 22:49 WIB
Polisi Periksa 15 Saksi dalam Kasus Dugaan Korupsi Batu Bara
Jumat / 10-07-2026, 22:46 WIB
Call of Duty: Black Ops 1 dan 2 Dikabarkan Tak Akan Hadir di Nintendo Switch
Jumat / 10-07-2026, 22:46 WIB







