Polda Metro Jaya menggelar konferensi pers perkembangan penyidikan dugaan kasus korupsi batu bara, ASABRI, dan Krakatau Steel.

Penggeledahan telah dilakukan di setidaknya 13 titik di Jakarta hingga Sentul, Kabupaten Bogor.

>>> Call of Duty: Black Ops 1 dan 2 Dikabarkan Tak Akan Hadir di Nintendo Switch

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto menyatakan penyidik telah memeriksa 15 saksi.

Pemeriksaan dilakukan dalam kasus dugaan korupsi dan tindak pidana pencucian uang terkait perkara batu bara dan Asabri.

"15 saksi saat ini yang sudah dimintai keterangan," kata Budi dalam konferensi pers, Jumat (10/7).

Budi menambahkan belum ada tersangka yang ditetapkan dan dapat diumumkan pada konferensi pers malam itu. Penetapan tersangka akan disampaikan dalam waktu dekat.

"Bukan malam ini tetapi akan dalam waktu dekat kami akan menyampaikan terkait tentang tersangka dalam perkara yang ditangani oleh join investigasi, oleh Kortas dan Polda Metro Jaya," ujarnya di Mapolda Metro Jaya.

>>> Visual Utama Pekopon Invasion Musical Sgt. Frog Dirilis, Pertunjukan September di Tokyo

Dalam konferensi pers, Budi duduk satu meja dengan Direktur Penindakan Kortas Tipidkor Polri Brigjen Pol Robertus Yohanes De Deo dan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya Kombes Victor Dean Mackbon.

Sebelumnya, pada Rabu (8/7), Totok menerangkan ada tiga perkara korupsi yang ditangani dengan mekanisme joint investigation bersama Polda Metro Jaya.

Perkara tersebut meliputi dugaan korupsi PLN batu bara, Asabri tahun 2020-2025, dan dugaan korupsi dalam penyelesaian utang PT CBS kepada PT KNI (anak perusahaan Krakatau Steel) tahun 2020-2025.

Penyidik telah menggeledah 13 lokasi di Jakarta hingga Sentul, Bogor, dari Rabu hingga Kamis (9/7) malam.

>>> Sekuel The Infinite and the Divine Diumumkan, Trazyn dan Orikan Kembali

Barang bukti yang diamankan berupa uang tunai berbagai pecahan mata uang, seperti dolar AS dan Singapura, serta emas batangan puluhan kilogram.