Presiden Prabowo Subianto mengakui adanya penyusup dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang bertindak sebagai 'maling' atau koruptor.

Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat meresmikan lima bendungan di Lombok Barat, Jumat (10/7).

>>> CIO DBS Soroti Momentum Investasi 3Q26 dari Tren Penggerak Pasar

"Tapi kita mengerti dan kita sadar banyak juga yang nyusup ke tubuhnya MBG untuk jadi maling di situ," ujar Prabowo.

Ia memerintahkan aparat untuk tidak ragu mengusut penyalahgunaan wewenang dan pelanggaran hukum terkait program prioritasnya.

"Maka saya minta gubernur, bupati, camat, kepala desa, boleh memeriksa semua dapur MBG. Saudara periksa.

Laporkan ke Kepala BGN. Kalau perlu lapor ke saya," sambungnya.

Prabowo juga meminta TNI dan Polri turut mengawasi. "Dandim, Kapolres, Kapolsek silakan periksa.

Periksa yang artinya baik. Jangan manggil-manggil mau ngerjain.

>>> Rupiah Menguat ke Rp18.065 per Dolar AS pada Jumat Sore

Jangan!" tegasnya.

Menurut Prabowo, rakyat Indonesia kini semakin pintar dan bisa ikut mengawasi program MBG. "Rakyat awasi.

Rakyat sekarang tidak bodoh. Rakyat punya gadget," ucap dia.

Ia heran masih ada yang nekat mencuri. "Tapi memang ya, orang mau nyolong ada saja, gue heran juga," lanjutnya.

Saat ini, Kejaksaan Agung menangani dugaan korupsi tata kelola MBG yang melibatkan mantan pimpinan Badan Gizi Nasional (BGN).

Setidaknya tujuh orang telah ditetapkan sebagai tersangka, termasuk mantan Kepala BGN Dadan Hindayana, mantan Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung, serta pihak swasta Asep Yusuf Somantri.

>>> Cek Kesehatan Rampung, Eks Menag Yaqut Kembali Dibawa ke Rutan KPK

Tersangka lainnya adalah Komisaris PT Yasa Artha Trimanunggal Andri Mulyono, Ketua Yayasan Indonesia Food Security Review Glory Harimas Sihombing, dan Sekretaris Deputi Bidang Promosi dan Kerja Sama BGN Brigjen Pol Lalu Muhammad Irwan Mahardan.