Presiden Prabowo Subianto menargetkan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dapat menjangkau seluruh wilayah Indonesia paling lambat awal 2027.

Ia mengakui hingga saat ini masih terdapat sejumlah daerah terpencil yang belum menerima manfaat program tersebut.

>>> Limbah Jahe Disulap Jadi Biobriket, Energi Bersih dari Residu Penyulingan

"Desa terpencil belum sampai? Oh, ada yang belum sampai.

Ya, itu saya minta kesabaran karena itu yang perjuangan kita. Mungkin baru sampai semua saya berharap akhir tahun atau awal tahun depan.

Negara kita besar sekali, pasti ada desa-desa yang belum terima.

Saya paham itu," kata Prabowo dalam peresmian lima bendungan di Bendungan Meninting, Lombok Barat, NTB, Jumat (10/7).

Prabowo menegaskan pemerintah akan melanjutkan program MBG karena dinilai penting untuk meningkatkan kualitas gizi anak-anak, ibu hamil, dan generasi penerus.

Namun, ia mengingatkan agar pelaksanaan program diawasi secara ketat untuk mencegah penyimpangan.

"MBG kita teruskan, tapi kita mengerti dan kita sadar banyak juga yang nyusup ke tubuhnya MBG untuk jadi maling di situ.

Maka saya minta gubernur, bupati, camat, kepala desa boleh memeriksa semua dapur MBG. Laporkan kepada Kepala BGN, kalau perlu lapor langsung ke saya," ujarnya.

>>> Belum Punya Riwayat Kredit? Data Digital Bisa Buka Akses Pembiayaan

Prabowo juga meminta aparat TNI dan Polri ikut mengawasi pelaksanaan program tersebut. Menurutnya, pengawasan harus dilakukan agar bantuan benar-benar diterima masyarakat tanpa disalahgunakan.

Ia mengatakan masyarakat juga dapat ikut mengawasi karena kini semakin mudah menyampaikan laporan melalui media sosial.

Prabowo turut menyinggung kualitas makanan yang disajikan dalam program MBG. Ia meminta pengelola tidak mengurangi porsi maupun kualitas bahan makanan.