KARD, salah satu grup K-pop campuran pria-wanita yang masih eksis, akan mengakhiri perjalanan 10 tahun mereka dengan cara yang sama seperti saat menjalaninya—sebagai pengecualian.

Kuartet ini telah memenuhi venue di Eropa dan Amerika selama bertahun-tahun, namun tidak pernah mampu mengonversi momentum itu menjadi pengakuan yang sebanding di Korea.

>>> BTS Gelar Acara 'The City' di New York Sambut Tur Dunia

Album penuh pertama dalam karier mereka, yang dirilis 28 Juli, sekaligus menjadi album terakhir.

DSP Media mengumumkan pada Senin bahwa grup akan bubar setelah merilis "Where To Now? (Part.

2): NOWHERE" dan menyelesaikan tur dunia terakhir.

"Setelah diskusi mendalam dengan keempat anggota, kami sepakat untuk mengakhiri perjalanan KARD setelah aktivitas ini," kata agensi, meminta penggemar untuk mendukung BM, J.

Seph, Somin, dan Jiwoo saat mereka melanjutkan karier individu.

Fakta bahwa sebuah grup bisa tur dunia selama satu dekade sebelum merilis album penuh pertama menunjukkan bagaimana KARD beroperasi, dan tentang pasar yang hampir tidak memberi ruang untuknya.

K-pop Modern dan Tantangan Grup Campuran

K-pop modern berjalan di atas fandom. Penjualan album fisik, voting acara musik, dan pendapatan konser didorong oleh "superfans"—pendengar yang sangat terlibat.

Komposisi dua pria dan dua wanita mempersulit fantasi parasosial yang biasanya dipupuk idola.

Grup campuran seperti Cool, Koyote, dan S#arp menjadi hits di tahun 1990-an dan awal 2000-an, ketika eksposur televisi dan chorus yang mudah dinyanyikan menentukan kesuksesan.

Namun saat industri bereorganisasi di sekitar ekonomi fandom pada 2010-an, format itu perlahan menghilang. Saat KARD debut, mereka adalah grup idola campuran besar pertama dalam sekitar tujuh tahun.