Industri teknologi finansial (fintech) Indonesia memasuki babak baru setelah lebih dari satu dekade bertumbuh agresif.

Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH) menilai fokus industri kini bergeser dari mengejar ekspansi menuju penguatan fundamental bisnis, kepastian regulasi, hingga penciptaan dampak ekonomi yang lebih berkelanjutan.

>>> PINTU dan Universitas Paramadina Bersinergi Lawan Hoaks dan Ancaman AI

Pemetaan tersebut tertuang dalam Annual Members Survey (AMS) 2025–2026 yang melibatkan 141 perusahaan anggota AFTECH dari berbagai subsektor.

Lima Transisi Besar

AFTECH mengidentifikasi lima transisi besar yang akan menentukan masa depan industri fintech di Indonesia.

Pertama, transisi dari pertumbuhan pengguna ke profitabilitas dan efisiensi operasional.

Kedua, pergeseran dari model bisnis tunggal ke ekosistem layanan keuangan terintegrasi.

>>> Penjualan Mobil Indonesia Semester I 2026 Naik 15,9%, BYD Kembali ke Posisi 4 Besar

Ketiga, peningkatan kepatuhan regulasi dan tata kelola perusahaan yang lebih ketat.

Keempat, adopsi teknologi baru seperti kecerdasan buatan dan blockchain untuk meningkatkan layanan.

Kelima, fokus pada inklusi keuangan dan dampak sosial yang lebih luas.

>>> PNS Gresik Jadi Tersangka Baru Kasus SK ASN Palsu yang Sempat Viral

Langkah ini diharapkan dapat memperkuat posisi fintech Indonesia di kancah global.