Mengajukan pinjaman atau kredit sering menjadi tantangan bagi mereka yang baru bekerja atau merintis usaha. Bukan karena tidak mampu membayar, melainkan belum memiliki riwayat kredit yang cukup.

Kondisi ini banyak dialami first-time borrowers, pekerja freelance, pelaku UMKM, dan masyarakat yang belum pernah menggunakan produk perbankan.

>>> 5 Cara Sederhana Redakan Stres Kerja agar Tidak Burnout, Mudah Dilakukan!

Menjawab kebutuhan tersebut, PT Credit Bureau Indonesia (CBI) memperluas kerja sama dengan XLSMART. Kolaborasi ini menghadirkan sistem penilaian kredit yang lebih inklusif melalui pemanfaatan data digital.

CBI akan memperkuat Bureau Telco Score, metode credit scoring yang menggabungkan data perilaku penggunaan layanan telekomunikasi dengan informasi kredit dari lembaga keuangan.

Dengan pendekatan ini, bank dan perusahaan pembiayaan bisa mendapatkan gambaran lebih menyeluruh tentang profil calon nasabah. Termasuk mereka yang belum memiliki histori kredit panjang.

Teknologi ini dinilai mampu memperluas akses pembiayaan bagi kelompok yang selama ini sulit mendapat kesempatan karena keterbatasan data, seperti UMKM, masyarakat di daerah, dan pekerja sektor informal.

Konektivitas Digital Dorong Inklusi Keuangan

Director & Chief Enterprise Strategic Relationship Officer XLSMART, Andrijanto Muljono, mengatakan konektivitas digital kini tidak hanya berperan sebagai sarana komunikasi, tetapi juga dapat mendorong inklusi keuangan.

"Melalui kolaborasi data yang bertanggung jawab, didukung jangkauan jaringan nasional, kami ingin menciptakan layanan digital yang lebih inklusif dan menjawab kebutuhan ekonomi digital Indonesia," ujar Andrijanto.

Menurutnya, perluasan jaringan 4G dan 5G yang terus dilakukan menjadi bagian penting dalam menghadirkan layanan digital yang mudah dijangkau masyarakat di berbagai wilayah.

>>> Cara Cek Bansos Pakai KTP Secara Online 2026, Mudah Lewat HP