Ketua Harian Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Tri Tito Karnavian mendorong para perajin dan pelaku UMKM untuk mengembangkan produk kerajinan berkelanjutan.

Menurutnya, inovasi penting untuk menjawab kebutuhan pasar yang semakin mengedepankan aspek ramah lingkungan.

>>> Polda NTT Periksa Tiga Anggota Keluarga Dokter Icha di Kupang

Hal itu disampaikan Tri saat menghadiri acara Pendampingan Kewirausahaan dan Pengembangan Produk Kerajinan Khas Daerah bagi UMKM Wilayah Sekitar Tambang dan Hulu Migas di Hotel Claro Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis (9/7).

"Kita tahu saat ini banyak sekali permintaan-permintaan kerajinan yang bahan-bahannya sebetulnya sudah dari sumber alam," ujar Tri.

Tri menegaskan, Dekranas berkomitmen mendukung pengembangan kerajinan berkelanjutan sebagai bagian dari upaya menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan pelestarian lingkungan.

Menurutnya, meningkatnya perhatian terhadap isu lingkungan perlu direspons oleh para pelaku usaha kerajinan.

Ia menjelaskan, banyak produk kerajinan di Indonesia memanfaatkan bahan baku dari alam.

Karena itu, proses produksinya perlu memperhatikan prinsip keberlanjutan agar mampu memenuhi tuntutan pasar yang mengutamakan produk ramah lingkungan.

Selain mendorong pengembangan produk, Tri juga mengingatkan pentingnya memperkuat pemasaran hasil karya perajin.

>>> Kanselir Jerman Peringatkan Netanyahu Jangan Rusak Negosiasi AS-Iran

"Produksi yang dibuat oleh perajin tidak ada artinya kalau pemasarannya tidak mencapai yang diinginkan," katanya.

Tri berharap produk hasil pembinaan dapat ditampilkan dalam berbagai pameran, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Secara khusus, ia mendorong promosi kerajinan khas Provinsi Sulawesi Selatan agar semakin dikenal di pasar dunia.

"Produksi-produksi mereka tidak kalah untuk kualitas dan keunikannya di dunia internasional," ujar Tri.

Pada kesempatan yang sama, Tri Tito turut mengapresiasi Kementerian ESDM, Pemerintah Provinsi Sulsel, Pemerintah Kota Makassar, serta para mitra yang telah mendukung pembinaan dan pendampingan bagi para perajin.

Tri Tito meminta penguatan sinergi untuk menciptakan produk kerajinan yang berkualitas, berkelanjutan, dan mampu bersaing di pasar global.

>>> BAIC Indonesia Targetkan 1.000 Unit T1 Terjual Hingga Akhir 2026

Ia berharap kegiatan tersebut dapat menjadi momentum peningkatan kapasitas perajin serta memperluas peluang pemasaran produk kerajinan Indonesia.