Kanselir Jerman Friedrich Merz mengingatkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu untuk tidak merusak proses negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran.

Merz menegaskan bahwa satu-satunya cara mengembalikan stabilitas di Timur Tengah adalah melalui kesepakatan penghentian perang antara AS dan Iran.

>>> BAIC Indonesia Targetkan 1.000 Unit T1 Terjual Hingga Akhir 2026

Juru bicara Kanselir Jerman, Stefanus Kornelius, mengatakan bahwa Merz dan Netanyahu telah bertukar pandangan, terutama mengenai situasi di Lebanon dan wilayah Palestina.

Dalam pernyataannya, Merz menekankan bahwa tidak boleh ada langkah menuju aneksasi sebagian Tepi Barat secara de facto.

Kornelius juga menggarisbawahi pentingnya perjanjian kerangka kerja antara AS dan Iran sebagai peluang terbaik untuk stabilitas kawasan.

>>> Beda Nasib Quansah dan Balogun Soal Kartu Merah Piala Dunia 2026

AS saat ini memutuskan untuk menghentikan sementara serangan ke Iran setelah membombardir wilayah selatan selama dua hari. Penangguhan itu dilakukan untuk memberi ruang bagi negosiasi.

Sejumlah sumber mengatakan diplomasi sedang berlangsung untuk meredakan konflik AS-Iran.

Salah satu sumber menyebut AS sengaja melakukan serangan lalu menundanya untuk menghindari eskalasi dan memberi kesempatan diplomasi bekerja.

>>> Tri Tito Minta PKK Proaktif Kawal Program Prioritas Pemerintah

Sumber lain mengungkapkan bahwa ada persiapan jika AS perlu menyerang lagi, namun saat ini diplomasi diutamakan.