Bek timnas Inggris, Jarell Quansah, dan penyerang Amerika Serikat, Folarin Balogun, mengalami nasib berbeda terkait kartu merah di Piala Dunia 2026.

Quansah mendapat kartu merah saat Inggris menghadapi Meksiko di babak 16 besar. Ia pun dijatuhi sanksi larangan bermain dua pertandingan.

>>> Tri Tito Minta PKK Proaktif Kawal Program Prioritas Pemerintah

Akibatnya, pemain berusia 23 tahun itu absen saat Inggris melawan Norwegia di perempat final. Jika Inggris lolos ke semifinal, Quansah juga tidak bisa tampil.

Menurut laporan Sky Sports, Quansah dinyatakan melanggar pasal 14 kode etik FIFA tentang pelanggaran serius. Inggris tidak bisa mengajukan banding.

Situasi ini merugikan Inggris karena krisis bek kanan. Reece James juga sedang cedera.

>>> Kemenkes Imbau Waspada ISPA Saat Puncak Musim Kemarau

Sementara itu, Komite Disiplin FIFA menangguhkan kartu merah yang diterima Balogun saat AS melawan Bosnia dan Herzegovina. Keputusan itu keluar sebelum AS bertemu Belgia di 16 besar.

Dengan sanksi yang ditangguhkan, Balogun tetap bisa bermain. Namun, AS tetap kalah telak 1-4 dari Belgia.

>>> Ogah Sesumbar, Spanyol Fokus Lawan Belgia Sebelum Bicara Semifinal Piala Dunia 2026

Publik menyoroti pengakuan Presiden AS Donald Trump yang menghubungi Presiden FIFA Gianni Infantino. Infantino membenarkan diskusi itu, tetapi mengklaim pembicaraan bersifat normatif seperti dengan pemimpin negara lain.