Pertandingan besar di perempat final Piala Dunia 2026 tidak hanya menyajikan drama di lapangan, tetapi juga memicu diskusi lama: benarkah menonton sepak bola bisa menyebabkan serangan jantung?

Secara ilmiah, jawabannya adalah ya, tetapi sebagai pemicu, bukan penyebab utama.

>>> Pakar BRIN Ungkap Penyebab Kebakaran TPA Jatiwaringin Sulit Padam

Stres emosional selama pertandingan intensitas tinggi dapat meningkatkan risiko kejadian kardiovaskular pada penggemar yang sudah memiliki kerentanan biologis.

Lonjakan Detak Jantung dan Hormon Stres

Mengutip Euronews, semangat mendukung tim kesayangan tidak hanya memacu adrenalin di kepala, tetapi juga mengubah dinamika fisik tubuh secara drastis.

Pada momen krusial, tubuh mengalami peningkatan detak jantung, tekanan darah, dan lonjakan hormon stres seperti adrenalin dan kortisol.

Bagi mayoritas penggemar yang sehat, lonjakan ini bersifat sementara dan aman.

Namun, bagi mereka yang memiliki penyakit jantung bawaan atau faktor risiko tersembunyi, puncak stres ini bisa menjadi titik kritis.

Pada hari-hari saat tim nasional Jerman bertanding, jumlah pasien darurat dengan masalah jantung melonjak tajam.

Risiko mengalami insiden kardiovaskular meningkat hingga 2,7 kali lipat dibandingkan hari biasa, terutama pada laga yang berakhir lewat adu penalti atau perpanjangan waktu.

Studi Klasik dan Temuan Terbaru

Salah satu studi paling terkenal diterbitkan setelah Piala Dunia 2006 di Jerman dalam New England Journal of Medicine.

>>> Remaja di Sampang Diduga Diperkosa 27 Orang: 12 Ditangkap, 15 Buron

Para peneliti mengamati bahwa pada hari-hari ketika tim nasional Jerman bermain, jumlah pasien yang dirawat di ruang gawat darurat karena masalah jantung meningkat tajam, terutama selama pertandingan paling menegangkan.

Sejak saat itu, berbagai studi menemukan hasil serupa dalam kompetisi internasional dan event olahraga besar, terutama ketika pertandingan ditentukan di babak perpanjangan waktu, adu penalti, atau penuh ketidakpastian hingga akhir.