Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengklaim telah menghancurkan dua fasilitas Amerika Serikat di pangkalan militer Yordania.

Serangan itu menargetkan Pangkalan Udara Al Azraq, yang berlokasi sekitar 100 kilometer dari Amman, ibu kota Yordania.

>>> Hadiah Dinaikkan Jadi $4.000 untuk Kasus Pembunuhan di Denver

Dalam pernyataan resmi yang dilaporkan media semi-pemerintah Tasnim News pada Kamis (9/7), IRGC menyebutkan bahwa pada pukul 14.20 waktu setempat, Angkatan Udara Iran meluncurkan 10 rudal balistik.

Rudal-rudal tersebut menghantam pusat komando dan kendali AS di Asia Barat serta Pangkalan Udara Amerika Serikat di Al Azraq.

IRGC juga mengeluarkan ancaman bahwa jika Amerika Serikat tidak menghentikan serangan terhadap Iran, mereka akan menggempur seluruh pangkalan AS di Timur Tengah.

"Tidak akan ada yang luput dari tembakan hebat kami," demikian bunyi pernyataan IRGC.

>>> Exco PSSI: Target Piala Dunia 2030 Butuh Dukungan APBN

Serangan ini merupakan respons terhadap gempuran AS ke Iran yang dimulai pada Rabu malam. Hingga saat ini, ratusan target di Iran telah menjadi sasaran militer AS.

Imbas dari serangan brutal tersebut, sebanyak 14 orang tewas dan 78 lainnya mengalami luka-luka.

Iran juga melaporkan bahwa AS menyerang infrastruktur sipil, seperti jembatan kereta api di Aqalla. Dalam video yang beredar, jembatan itu tampak rusak parah.

>>> MA Resmi Tambah Lima Pengadilan Militer Baru, Kendari hingga Manokwari

Penargetan infrastruktur sipil penting, termasuk instalasi air dan listrik, dapat dianggap sebagai kejahatan perang.