Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, kembali melontarkan ancaman terhadap Iran di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.

Katz menegaskan militer Israel siap melancarkan serangan baru ke Teheran jika dinilai diperlukan.

>>> 180 Kawasan Industri Indonesia Dipasarkan ke Investor Eurasia

Pernyataan itu muncul setelah Amerika Serikat dan Iran terlibat saling serang dalam beberapa hari terakhir.

Dalam pidato pada seremoni militer, Kamis (9/7/2026), Katz mengatakan pasukan Israel siap kembali beroperasi dan bahkan menyerang Iran untuk ketiga kalinya.

"Militer siap dan siaga melanjutkan pertempuran untuk merebut kembali keunggulan udara dan melancarkan serangan lagi di Iran, termasuk untuk ketiga kalinya jika diperlukan," ujar Katz.

Ia menambahkan bahwa serangan berikutnya akan dilakukan dengan intensitas lebih besar dibanding operasi sebelumnya.

"Jika kita harus kembali bertindak, kita akan melakukannya dengan kekuatan yang jauh lebih besar," tegasnya.

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menilai Iran telah melemah setelah dua operasi militer Israel sebelumnya.

>>> Ekspor Agribisnis RI ke Lebanon Surplus US$44,8 Juta

Namun, Netanyahu menegaskan konflik belum berakhir dan ancaman Iran masih menjadi perhatian.

"Poros Iran kini lebih lemah dari sebelumnya, sementara Israel lebih kuat dari sebelumnya," klaim Netanyahu.

Ia juga menyoroti kemampuan Angkatan Udara Israel yang mampu menjangkau berbagai wilayah, dari Yaman hingga Iran.

Perang terbaru antara Iran dengan AS dan Israel dimulai pada 28 Februari 2026, dengan serangan udara besar-besaran ke Iran yang menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.

Operasi itu merupakan aksi militer kedua Israel terhadap Iran setelah konflik 12 hari pada Juni 2025.

>>> Gaya Stylish Alyssa Daguise Momong Baby Soleil, Tenteng Tas Hermes Rp522 Juta

Ketegangan yang meningkat kembali memunculkan kekhawatiran konflik di Timur Tengah akan meluas jika tidak segera mereda.