Iran kembali melaporkan serangan terhadap dua fasilitas militernya pada Kamis (9/7) malam. Serangan ini terjadi di tengah gencatan senjata yang rapuh antara Teheran dan Washington.

Wakil Gubernur Provinsi Bushehr, Ehsan Jahanian, mengatakan sebuah fasilitas militer di dekat Kota Bushehr dihantam proyektil musuh. Ia menyebut pelaku serangan adalah Amerika Serikat dan Israel.

>>> Cara Praktis Cek 3 Tahapan Pencairan Bansos Terbaru 2026 agar Dana Cepat Masuk Rekening

Laporan dari kantor berita IRNA tidak merinci kerusakan atau korban jiwa. Lokasi serangan berada di dekat pembangkit listrik tenaga nuklir Iran di pinggiran Bushehr.

Di sisi lain, televisi pemerintah IRIB melaporkan zona militer angkatan laut di Kota Konarak, Iran selatan, diserang jet tempur musuh dalam dua gelombang.

Bupati Konarak, Mohammad Younes Haqani, mengatakan tim penyelamat dan aparat keamanan telah dikerahkan.

Belum diketahui apakah ada korban jiwa dalam insiden tersebut. Konarak merupakan kota pelabuhan strategis di pesisir Makran, Provinsi Sistan dan Baluchestan, yang berbatasan dengan Teluk Oman.

Seorang pejabat AS membantah keterlibatan militer Amerika dalam serangan terbaru ini. Namun, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan perang melawan Iran belum selesai.

>>> Kebanyakan Screen Time? Hati-Hati Kena Popcorn Brain

Netanyahu mengklaim Iran berada di titik terlemahnya setelah digempur dua perang oleh Israel. "Poros Iran kini berada pada titik terlemahnya, sementara Israel berada pada titik terkuatnya," ujarnya.

Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, juga menyatakan kesiapan untuk melanjutkan perang dengan kekuatan lebih besar.

"Jika kami harus kembali, kami akan kembali dengan kekuatan yang lebih besar lagi," kata Katz dalam sebuah upacara militer.

Sementara itu, pejabat Israel mengaku tidak mengetahui adanya keterlibatan Israel dalam serangan di Iran saat ini.

>>> Rachmat Gobel Akan Dimakamkan di Gorontalo

Israel selama ini kerap melakukan tindakan yang dapat merusak upaya negosiasi AS-Iran, termasuk melancarkan serangan ke Lebanon selatan.