Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) baru-baru ini menyelesaikan penyelidikan selama delapan tahun terhadap raksasa e-commerce China, Alibaba, dan pemroses pembayarannya di AS, AUS Merchant Services Inc., dengan denda sebesar $600 juta atau sekitar Rp9,6 triliun.

Penyelesaian ini terkait dengan tuduhan bahwa kedua perusahaan gagal memblokir penjualan obat-obatan ilegal kepada konsumen Amerika.

>>> Kings vs Clippers di Las Vegas Summer League: Duel Dua Pemain Pilihan Atas

Menurut sumber yang mengetahui kasus tersebut, jaksa federal awalnya yakin memiliki bukti yang cukup untuk mendapatkan vonis kejahatan berdasarkan Undang-Undang Makanan, Obat, dan Kosmetik tahun 1938.

Meskipun jaksa karier mendorong adanya perjanjian penundaan penuntutan dan pengakuan tindak pidana berat, pimpinan senior DOJ justru memilih perjanjian non-penuntutan dengan pengakuan pelanggaran ringan yang lebih rendah.

Seorang sumber anonim yang dekat dengan kasus tersebut menyatakan ketidakpuasan mendalam terhadap penyelesaian yang lebih ringan ini.

"Ada perilaku keterlaluan oleh perusahaan milik China. Perjanjian non-penuntutan bahkan bukan teguran," kata sumber tersebut.

Kritik dari Kelompok Advokasi Konsumen

Penyelesaian ini mencerminkan tren yang sedang berlangsung di DOJ, di mana beberapa kasus kesehatan dan keselamatan publik berdasarkan Undang-Undang Makanan, Obat, dan Kosmetik telah diminimalkan atau dihentikan oleh pimpinan senior.

Kelompok advokasi konsumen mengkritik sikap pemerintahan Trump terhadap pelanggar hukum korporasi ketika kesejahteraan publik terancam.

"Presiden Trump selalu bicara keras terhadap kejahatan, tetapi pemerintahannya melunakkan penegakan hukum bagi pelanggar korporasi," kata Lisa Gilbert, salah satu presiden Public Citizen.

Gilbert menekankan bahwa pelunakan langkah-langkah akuntabilitas korporasi ini memiliki implikasi serius bagi publik.

"Dalam konteks di mana kesehatan, keselamatan, dan kesejahteraan warga Amerika dipertaruhkan, menahan akuntabilitas atas kesalahan korporasi memiliki konsekuensi nyata," tambahnya.