PDIP Desak Presiden Turun Tangan Atasi Ketegangan Polisi vs Kejaksaan-TNI di Kasus PLTU
Juru Bicara PDI Perjuangan (PDIP), Guntur Romli, mendesak Presiden Prabowo Subianto segera turun tangan menyikapi ketegangan antar-lembaga penegak hukum yang mencuat dalam penyidikan dugaan korupsi pengadaan batu bara untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).
Desakan ini muncul setelah adanya pengerahan personel TNI bersenjata di rumah dinas Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Kejaksaan Agung, Febrie Adriansyah, saat penyidikan perkara tengah dilakukan oleh Polri.
>>> Dokter Tifa Tak Pernah Ingin Jokowi Dihukum, Hanya Minta Keabsahan Ijazah Diuji
"Ketika institusi penegak hukum saling berhadapan, dan salah satunya memanggil kekuatan bersenjata negara untuk melindungi orangnya sendiri, maka yang sedang dipertaruhkan bukan sekadar kasus korupsi, tetapi tata kelola negara hukum itu sendiri," kata Guntur Romli melalui unggahan video di akun Instagram pribadinya.
Sorotan atas Penyitaan Rp60 Miliar dan Penjagaan Rumah Jampidsus
Guntur Romli menyoroti rangkaian peristiwa yang terjadi pada Rabu (8/7/2026).
Di satu sisi, tim gabungan Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipikor) Polri dan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya menyita brankas berisi uang tunai dalam berbagai mata uang dengan nilai mendekati Rp60 miliar dari Kafe de’Clan dan sebuah money changer di kawasan Cipete, Jakarta Selatan.
Di sisi lain, pada malam yang sama, puluhan personel TNI bersenjata laras panjang dikerahkan untuk menjaga rumah dinas Jampidsus Febrie Adriansyah yang disebut ikut terseret dalam penyidikan perkara tersebut.
"Bukan mengamankan bukti, bukan menjaga penyidik, melainkan menjaga rumah pejabat yang namanya sendiri terseret dalam penyidikan itu. Ini bukan kebetulan," ujar Guntur.
>>> AHY: Pembangunan Infrastruktur Harus Adaptif terhadap Perubahan Iklim
Tiga Hal yang Perlu Diwaspadai
Update Terbaru
Susan Backlinie, Aktris Pembuka 'Jaws', Meninggal di Usia 77 Tahun
Kamis / 09-07-2026, 15:00 WIB
Kenny Smith: Lakers Bukan Penantang Gelar Tanpa LeBron James
Kamis / 09-07-2026, 15:00 WIB
Deschamps Santai soal Laga Prancis vs Maroko Dipimpin Wasit Argentina
Kamis / 09-07-2026, 15:00 WIB
Lalu Lintas Selat Hormuz Nyaris Lumpuh Imbas Serangan Terbaru AS
Kamis / 09-07-2026, 15:00 WIB
Nasib Ririn Rifanto: Divonis Mati Hancurkan Satu Keluarga di Indramayu, Hakim Tegas Kejahatan Luar Biasa!
Kamis / 09-07-2026, 15:00 WIB
Bank Mandiri Luncurkan Kampanye Nyaman Bersama Mandiri, Fokus pada Kenyamanan dan Keamanan Transaksi
Kamis / 09-07-2026, 15:00 WIB
Rantis Brimob Berjaga di Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan
Kamis / 09-07-2026, 15:00 WIB
Kenapa Pesepak Bola Sering Muntahkan Minuman di Lapangan? Begini Penjelasan Pakar
Kamis / 09-07-2026, 14:58 WIB
OJK Rilis Aturan Baru Bursa Karbon, Perluas Jenis yang Diperdagangkan
Kamis / 09-07-2026, 14:58 WIB
Holloway Tak Keberatan Dicap 'Mata Duitan' Saat Lawan McGregor
Kamis / 09-07-2026, 14:58 WIB
Tanpa Ismael Saibari, Maroko Tetap Yakin Bisa Singkirkan Prancis
Kamis / 09-07-2026, 14:57 WIB
AS Serang Iran Lagi, Gempur 170 Target dalam Dua Hari
Kamis / 09-07-2026, 14:56 WIB
Kendaraan Mati Pajak Tak Bisa Beli BBM di Jatim Hoaks
Kamis / 09-07-2026, 14:56 WIB
Tiga Pekerja Tewas di Gorong-gorong Cipayung, Diduga Kekurangan Oksigen
Kamis / 09-07-2026, 14:56 WIB







