Lalu lintas maritim di Selat Hormuz nyaris terhenti total setelah militer Amerika Serikat kembali meluncurkan serangan ke Iran selama dua hari berturut-turut pekan ini.

Data pelacakan kapal yang dilaporkan Bloomberg News menunjukkan hanya sebuah kapal tanker super yang dikenai sanksi AS terlihat keluar dari Teluk bersama sebuah kapal kontainer berbendera Iran.

>>> Nasib Ririn Rifanto: Divonis Mati Hancurkan Satu Keluarga di Indramayu, Hakim Tegas Kejahatan Luar Biasa!

Laporan menyebut hanya 14 kapal kargo yang melintasi Selat Hormuz ke kedua arah pada Rabu (8/7).

Jumlah ini menjadi yang terendah sejak Nota Kesepahaman pembicaraan damai AS dan Iran diteken pada 16 Juni.

Sebelumnya, rata-rata ada 34 kapal yang melintasi selat tersebut dalam tiga minggu sejak kedua negara menyepakati kesepakatan untuk pembicaraan perdamaian.

>>> Bank Mandiri Luncurkan Kampanye Nyaman Bersama Mandiri, Fokus pada Kenyamanan dan Keamanan Transaksi

Serangan Terbaru AS ke Iran

Militer AS kembali membombardir 90 titik di berbagai wilayah Iran pada Kamis (9/7).

Pusat Komando Militer AS (CENTCOM) di Timur Tengah menyatakan serangan ini bertujuan melemahkan kemampuan Iran menyerang kapal komersial di Selat Hormuz.

CENTCOM menyebut target meliputi sistem pertahanan udara, aset pengawasan pantai, lokasi penyimpanan rudal dan drone, kemampuan angkatan laut, serta infrastruktur logistik militer di sepanjang pesisir Iran.

>>> Rantis Brimob Berjaga di Polda Metro Jaya Usai Penggeledahan

Dikutip Al Jazeera, serangan terbaru ini diluncurkan setelah unit AS berhasil melancarkan serangan ofensif lainnya pada malam sebelumnya.