Jumlah paus abu-abu Pasifik yang terdampar mati di sepanjang Pantai Pasifik pada 2026 meningkat drastis. Kondisi ini mendorong para pegiat konservasi mendesak pemerintah federal untuk memberikan perlindungan.

National Oceanic and Atmospheric Administration (NOAA) melaporkan bahwa 145 paus abu-abu telah ditemukan mati di pantai sejauh ini tahun ini.

>>> Tes DNA Ungkap Pembuat Film Adalah Cucu Charles Manson

Angka tersebut termasuk 13 ekor di Alaska.

Menurut data NOAA, jumlah ini mengikuti 179 kasus terdampar yang tercatat tahun lalu, termasuk 30 di Alaska.

Para ilmuwan sebelumnya memperkirakan populasi paus abu-abu Pasifik Utara bagian timur sekitar 13.000 ekor tahun lalu, turun drastis dari puncak 27.000 ekor satu dekade lalu.

Rick Steiner, profesor konservasi kelautan pensiunan Universitas Alaska di Anchorage yang mengadvokasi spesies ini, mengatakan bahwa paus yang terdampar di pantai hanya mewakili sebagian kecil dari total kematian.

"Angka kematian sangat tinggi, dan tentu saja, yang terdampar di pantai hanya sekitar 10% dari paus yang mati," ujar Steiner.

Steiner menjelaskan bahwa hewan-hewan tersebut kesulitan beradaptasi karena menyusutnya es laut Arktik mengurangi alga yang menjadi makanan sumber utama mereka, yaitu amfipoda bentik.

Hal ini memaksa beberapa paus mengubah kebiasaan mencari makan.

>>> Arizona Diamondbacks Kalahkan San Diego Padres Berkat Home Run Nolan Arenado

"Beralih dari serangga kecil bentik, amfipoda yang hidup di sedimen dasar laut, ke ikan kecil seperti ikan kod Arktik di kolom air," kata Steiner.

Untuk mengatasi krisis ini, Steiner mengajukan petisi kepada NOAA pada Agustus lalu untuk mengembalikan paus abu-abu ke dalam Undang-Undang Spesies Terancam Punah, dari mana mereka dihapus pada 1994.