Pembawa acara televisi asal Ecuador, Alejandra Jaramillo, menyampaikan permintaan maaf publik pada 9 Juli 2026 setelah unggahan media sosialnya yang merayakan kekalahan Meksiko di Piala Dunia 2026 memicu gelombang kritik dan tuntutan pemecatan.

Kontroversi bermula setelah Inggris mengalahkan Meksiko 3-2 di babak 16 besar Piala Dunia 2026 di Stadion Azteca.

>>> Dallas Mavericks Perkuat Identitas Defensif di Summer League 2026

Jaramillo membagikan video dirinya merayakan hasil tersebut dan mencemooh tim nasional Meksiko, yang sebelumnya mengeliminasi Ecuador di babak 32 besar.

Akibat unggahan itu, tagar #adiosalejandrajaramillo dan #BoycottUnivision ramai di media sosial.

Banyak pengguna mendesak Univision untuk memutus kontrak Jaramillo dari acara hiburan "Siéntese quien pueda", mengingat jaringan tersebut bergantung pada penonton dan kepemilikan Meksiko.

Jaramillo, yang memiliki 4,3 juta pengikut di Instagram, menghapus unggahan kontroversial tersebut sebelum merilis pernyataan video untuk meredakan kemarahan publik.

Permintaan Maaf dan Klarifikasi

"Meksiko adalah negara yang saya cintai dan hormati, saya punya teman-teman Meksiko," ujar Jaramillo dalam video permintaan maafnya.

Ia mengungkapkan rasa terima kasih atas kesempatan karier yang diterimanya, terutama dukungan publik Meksiko yang membantunya memenangkan acara realitas televisi.

Pembawa acara itu mengakui bahwa unggahan perayaannya merupakan reaksi atas ejekan yang ia terima saat Meksiko mengalahkan Ecuador, namun situasi bereskalasi di luar kendali.

"Jika saya melakukan kesalahan, saya tidak ingin membenarkannya, saya hanya ingin meminta maaf setulus hati," katanya.

Jaramillo menegaskan bahwa tindakannya tidak dimaksudkan untuk menghina bangsa atau warga Meksiko.

"Saya hanya ingin mengikuti semangat yang sama, tetapi semuanya sedikit di luar kendali dan bisa disalahartikan," jelasnya.