Ia mengulangi bahwa niatnya murni dalam semangat penggemar olahraga, bukan kebencian pribadi.

"Sejujurnya, tidak pernah ada penghinaan atau perlakuan buruk terhadap siapa pun di Meksiko sebagai bangsa," tegas Jaramillo.

Reaksi Publik dan Tokoh

Sebelum permintaan maaf, Jaramillo sempat membela haknya untuk merayakan kemenangan tim mana pun dalam komentar di unggahan rekannya, Beta Mejía.

>>> Bobby Flay Antisipasi Persaingan Ketat di Turnamen Golf Selebriti

"Saya akan merayakan negara mana pun yang saya suka, karena tidak ada yang berhak mengatakan apa yang harus saya rayakan," tulisnya.

Insiden ini menuai kritik dari tokoh media, termasuk jurnalis Gustavo Adolfo Infante, yang mempertanyakan sikap Jaramillo terhadap penonton yang mendukung platformnya.

"Ia berbicara kepada 80 persen penonton Meksiko melalui Univision, yang pemiliknya juga dari Meksiko," ujar Infante.

Dunia musik juga bereaksi. Penyanyi-penulis lagu Meksiko, Erika Vidrio, membuat lagu pendek yang mencemooh kekalahan Ecuador dan mengkritik tindakan Jaramillo.

"Dengan Meksiko, hati-hati sedikit, dari situlah gajinya berasal; yang mengambil harus tahan," tulis Vidrio.

Dalam unggahan lain sebelum kekalahan Meksiko, Jaramillo menunjukkan dirinya menerima jersey Meksiko di sebuah acara. Ia menambahkan teks yang menyiratkan sentuhannya membawa sial bagi tim tersebut.

"Yang mereka tidak tahu adalah saya mengacaukan pertandingan setiap jersey yang saya sentuh," tulisnya.

Sebelum kekalahan telak dari Inggris, ia juga mengunggah foto mengenakan bendera Meksiko sebagai blus untuk menunjukkan rivalitas. "Sampai jumpa di lapangan," tulis Jaramillo.

Dalam video permintaan maafnya, Jaramillo menyimpulkan dengan harapan publik dapat melupakan insiden ini dan menikmati olahraga.

"Saya di sini karena saya ingin meminta maaf publik sebesar-besarnya karena merayakan kekalahan Meksiko di Piala Dunia," ujarnya.

Ia menekankan tekanan emosional beberapa hari terakhir akibat gelombang kritik di platform digitalnya. "Tidak pernah ada penghinaan terhadap Meksiko sebagai bangsa, itu tidak ada," kata Jaramillo.

Ia berpendapat bahwa sepak bola harus tetap menjadi hiburan kolektif, bukan perpecahan. "Permintaan maaf saya yang tulus jika ada yang tersinggung.

Sepak bola harus dinikmati," pungkas Jaramillo.

>>> Mantan Menteri Inggris Ann Widdecombe Meninggal di Usia 78 Tahun

Reaksi publik di media sosial masih terbelah setelah permintaan maaf tersebut. Sebagian pengguna terus mendesak pemecatannya dari Univision, sementara yang lain membela kebebasannya untuk merayakan.