FIFA resmi menjatuhkan sanksi larangan bermain dua pertandingan kepada bek timnas Inggris, Jarell Quansah, menyusul kartu merah yang diterimanya saat melawan Meksiko.

Keputusan ini diambil setelah FIFA meninjau ulang rekaman insiden tekel keras yang dilakukan Quansah.

>>> UAE Team Emirates Debutkan Helm Desain AI di Tour de France

Akibatnya, pemain tersebut dipastikan absen pada laga perempat final Piala Dunia melawan Norwegia di Miami Gardens.

Selain itu, Quansah juga akan melewatkan potensi laga semifinal jika Inggris lolos. Ia baru bisa kembali bermain apabila Inggris berhasil mencapai partai final.

Asosiasi Sepak Bola Inggris (FA) tidak dapat mengajukan banding atas keputusan tersebut karena regulasi FIFA. Situasi ini membuat manajer Thomas Tuchel memiliki opsi terbatas di lini pertahanan.

Reaksi Pemain Inggris

Winger Inggris Bukayo Saka mengungkapkan kekecewaan tim atas sanksi yang diterima rekannya. "Saya baru tahu ini hukuman dua pertandingan, sangat membuat frustrasi bagi kami dan dia," ujar Saka.

Saka menekankan bahwa tim harus melupakan keputusan FIFA dan segera menyesuaikan strategi. "Tapi begitulah adanya.

Kami tidak di sini untuk mengeluh, kami harus beradaptasi dan memilih tim yang siap mengalahkan Norwegia," katanya.

Saka enggan berkomentar soal perbedaan sanksi Quansah dengan penyerang AS Folarin Balogun yang hukumannya dibatalkan. "Saya tidak tahu harus berkata apa.

Tidak ada komentar. Itu keputusan FIFA," ujarnya.

Meski frustrasi, Saka memastikan para pemain tetap fokus pada performa sendiri.

Ia juga mengungkapkan kondisi fisiknya semakin membaik setelah mengalami cedera Achilles yang memengaruhi akhir musim Premier League bersama Arsenal.

"Sepanjang turnamen, menit bermain saya terus bertambah," kata Saka.

Ia mengakui harus dikelola dengan hati-hati oleh staf medis karena datang ke turnamen dalam kondisi tidak 100 persen.