Penyebab 5G Indonesia Tertinggal dari Kamboja Menurut Opensignal
Indonesia termasuk negara pertama di Asia Tenggara yang meluncurkan layanan 5G. Namun, pengalaman pengguna jaringan generasi kelima di Tanah Air ternyata masih kalah dibandingkan negara tetangga, bahkan Kamboja.
Temuan ini diungkap Opensignal dalam analisis terbaru. Menurut perusahaan analitik jaringan seluler itu, masalah utama bukan pada operator atau teknologi, melainkan keterbatasan spektrum frekuensi.
>>> Wujud Samsung Galaxy Z Fold8 Muncul di Teaser Spider-Man
Perbandingan Ketersediaan dan Kecepatan 5G
Data Opensignal periode 1 Maret hingga 29 Mei 2026 menunjukkan 5G Availability Indonesia baru mencapai 33,6%.
Angka ini jauh di bawah Thailand (88,1%), Korea Selatan (87,9%), Hong Kong (83,5%), dan Vietnam (67,3%).
Kamboja yang baru agresif mengembangkan 5G beberapa tahun terakhir mencatat availability 30,1%, hanya sedikit di bawah Indonesia.
Dari sisi kecepatan, Indonesia berada di posisi paling bawah Asia Pasifik dengan kecepatan unduh 5G hanya 85,2 Mbps.
Sebagai perbandingan, Korea Selatan mencapai 486,2 Mbps, Kamboja 306,9 Mbps, Vietnam 275,7 Mbps, Singapura 229,4 Mbps, dan Malaysia 224,5 Mbps.
Spektrum Frekuensi Jadi Penghambat
Menurut Opensignal, lambatnya perkembangan 5G Indonesia disebabkan keterbatasan spektrum.
Berbeda dengan negara Asia Pasifik lain yang mengandalkan pita 3,5 GHz sebagai tulang punggung 5G, Indonesia belum bisa memanfaatkannya karena frekuensi tersebut masih digunakan untuk layanan satelit.
Akibatnya, operator hanya mengandalkan pita 2.100 MHz dan 2.300 MHz. Kedua pita ini masih dipakai masif untuk jaringan 4G.
Data Opensignal menunjukkan 96% penggunaan pita 2.100 MHz masih didominasi 4G, hanya 4% untuk 5G. Di pita 2.300 MHz, 82% dipakai 4G dan 18% untuk 5G.
>>> Kreator Naruto Sebut Film Live-Action sebagai Keajaiban, Pencarian Pemain Global Dimulai
Update Terbaru
Kreator Instagram Bisa Dapat Komisi dari Shopee, Begini Caranya
Jumat / 10-07-2026, 18:07 WIB
Pria Idaho Selamat dari Gigitan Ular Berbisa setelah Menerima 54 Dosis Antivenom
Jumat / 10-07-2026, 17:59 WIB
Mobil Tabrak Kantor Pos di San Antonio, Layanan Dialihkan
Jumat / 10-07-2026, 17:57 WIB
Huey Lewis: Kehilangan Pendengaran Total Akibat Penyakit Ménière
Jumat / 10-07-2026, 17:57 WIB
Gugatan Class Action: Costco Didakwa Jual Protein Powder Mengandung Logam Berat
Jumat / 10-07-2026, 17:56 WIB
Ann Widdecombe, Mantan Menteri Konservatif, Meninggal di Usia 78
Jumat / 10-07-2026, 17:56 WIB
Muchova dan Noskova Bersaing di Final Wimbledon All-Czech
Jumat / 10-07-2026, 17:56 WIB
IHSG Naik Tipis ke 5.924 Akhiri Pekan Ini
Jumat / 10-07-2026, 17:56 WIB
Kejati DIY Data Seluruh SPPG di Yogyakarta atas Permintaan Pidsus Kejagung
Jumat / 10-07-2026, 17:56 WIB
US Navy Hentikan Pengecualian Cukur Permanen, Personel dengan Kondisi Kulit Kronis Diancam Dipisahkan
Jumat / 10-07-2026, 17:54 WIB
Studi Ungkap Terapi Obesitas Pangkas Berat Badan Hampir 28 Persen
Jumat / 10-07-2026, 17:54 WIB
Ilmuwan Ciptakan Kecoa Cyborg yang Bisa Menyelam Selama 3 Jam
Jumat / 10-07-2026, 17:54 WIB
IU dan Lee Jong Suk Dikonfirmasi Putus, Ini Perjalanan Cinta Mereka
Jumat / 10-07-2026, 17:50 WIB
Pendiri id Software Sesali Dukungannya pada Microsoft Setelah PHK Massal
Jumat / 10-07-2026, 17:49 WIB







