Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy) secara resmi melarang pengajuan pengecualian cukur permanen bagi personel aktif dan cadangan yang didiagnosis dengan kondisi kulit permanen.

Kebijakan ini diumumkan pada 7 Juli 2026 melalui pesan administratif resmi.

>>> Studi Ungkap Terapi Obesitas Pangkas Berat Badan Hampir 28 Persen

Personel yang tidak dapat memenuhi standar wajah bersih setelah menjalani perawatan selama 12 bulan akan menghadapi pemisahan administratif.

Langkah ini menyelaraskan US Navy dengan mandat Departemen Pertahanan yang dikeluarkan Menteri Pertahanan Pete Hegseth untuk menegakkan standar kerapian dan kesiapan di seluruh cabang militer.

Ketentuan Baru Pengecualian Cukur

Berdasarkan kebijakan baru, pengecualian cukur permanen tidak lagi diberikan untuk kondisi seperti pseudofolliculitis barbae, yaitu iritasi kulit menyakitkan yang umum terjadi pada pria kulit hitam dan menyebabkan benjolan akibat cukur serta peradangan parah.

Personel yang terkena dampak harus menjalani evaluasi medis militer untuk mendapatkan rencana perawatan terstruktur.

Komandan dapat menyetujui pengecualian sementara dalam jangka waktu 90 hari dengan durasi maksimal satu tahun.

Pengecualian sementara mengizinkan rambut wajah hingga seperempat inci.

Namun, kegagalan mematuhi aturan seragam setelah 12 bulan akan memicu proses pemisahan wajib, yang dijadwalkan dimulai paling cepat 8 Juli 2027.

Pengecualian tetap berlaku untuk akomodasi keagamaan.

Unit operasi khusus seperti Navy SEALs dapat meminta standar yang dimodifikasi untuk misi tertentu, asalkan tetap mencukur bersih di lingkungan dengan ancaman kimia atau biologi.

Latar Belakang dan Reaksi

Perubahan kebijakan ini mengikuti kunjungan Hegseth ke kapal-kapal baru-baru ini, di mana ia mengamati banyak pelanggar aturan berpakaian.

Ia kemudian memerintahkan para pejabat politik dan Pentagon untuk mempercepat reformasi personel.