Novo Nordisk merilis analisis terbaru mengenai Wegovy dosis 7,2 miligram yang menunjukkan penurunan berat badan signifikan pada pasien obesitas.

Data tersebut dipresentasikan dalam European Congress on Obesity (ECO) 2026, sekitar satu bulan setelah Wegovy dosis tinggi mulai dipasarkan di Amerika Serikat.

>>> Ilmuwan Ciptakan Kecoa Cyborg yang Bisa Menyelam Selama 3 Jam

Hasil analisis menunjukkan rata-rata penurunan berat badan mencapai 27,7 persen pada kelompok early responders setelah 72 minggu terapi.

Early responders adalah pasien yang berhasil menurunkan setidaknya 15 persen berat badan dalam 24 minggu pertama pengobatan.

Secara keseluruhan, peserta penelitian yang menggunakan Wegovy dosis 7,2 miligram mengalami penurunan berat badan rata-rata hampir 21 persen.

Angka ini lebih tinggi dibandingkan studi sebelumnya pada Wegovy dosis 2,4 miligram yang mencatat penurunan lebih dari 17 persen dalam periode yang sama.

Respons Setiap Pasien Berbeda

Novo Nordisk menegaskan efektivitas terapi obesitas tidak sama pada setiap orang.

>>> IU dan Lee Jong Suk Dikonfirmasi Putus, Ini Perjalanan Cinta Mereka

Sekitar satu dari empat pasien yang menerima Wegovy dosis 7,2 miligram masuk dalam kategori early responders.

Pasien di luar kelompok tersebut tetap mengalami penurunan berat badan rata-rata 15,4 persen, yang dinilai substansial secara klinis.

Associate Clinical Professor Dror Dicker dari Tel Aviv University mengatakan manfaat terapi tidak hanya dirasakan oleh pasien dengan respons tercepat.

Meski hasil analisis positif, masih diperlukan penelitian lanjutan untuk membandingkan efektivitas Wegovy dengan terapi lain di kelas yang sama.

Belum ada metode yang dapat mengidentifikasi sejak awal pasien mana yang akan merespons terapi lebih cepat.

>>> Pendiri id Software Sesali Dukungannya pada Microsoft Setelah PHK Massal

Sejumlah analis menilai masih terlalu dini untuk menyimpulkan dampak Wegovy dosis 7,2 miligram terhadap persaingan pasar obat obesitas.