Awal Pertemuan Ali Khamenei dan Khomeini hingga Jadi Pemimpin Tertinggi Iran
Mantan pemimpin tertinggi Iran, Ali Hosseini Khamenei, telah dimakamkan pada Kamis (9/7) di Kota Mashhad. Ia adalah pemimpin tertinggi kedua yang menggantikan Ayatollah Khomeini.
Khomeini merupakan tokoh revolusi sekaligus pendiri Republik Islam Iran. Ia meninggal dunia pada 1989 dan digantikan oleh Khamenei.
>>> Prabowo Cerita Larang Penjualan BUMN Strategis ke Asing
Perkenalan dengan Khomeini
Ali Khamenei pertama bertemu dengan Ayatollah Khomeini pada tahun 1957 di kota Qom. Pertemuan itu sangat berpengaruh hingga keduanya bersama-sama melawan rezim Shah Reza Pahlavi.
Saat memperdalam ilmu agama di Qom, Khamenei berguru pada Ayatollah Borudjerdi yang juga menjadi guru spiritual Khomeini.
Politisasi yang kuat membedakan Khamenei dari banyak ulama lainnya. Pertemuannya dengan pemimpin kelompok Fada'iyan-e Islam, Seyed Mojtaba Navvab Safavi, sangat menentukan.
Navvab Safavi bermaksud mendirikan pemerintahan Islam di Iran pada 1940-an. Hal ini serupa dengan upaya Ikhwanul Muslimin di Mesir di bawah pengaruh Seyed Qotb.
Sebagian karya Seyed Qotb kemudian diterjemahkan oleh Khamenei ke dalam bahasa Persia dan secara langsung memengaruhinya.
Akibat aktivitas keagamaannya, Khamenei ditangkap enam kali, dijatuhi hukuman penjara, dan pada 1977 rezim kekaisaran menjatuhkan hukuman pengasingan selama tiga tahun di kota Iranshahr.
Ia kembali ke Teheran lebih cepat dari perkiraan seiring terjadinya Revolusi 1978.
>>> Pangeran Harry Main Pickleball Tandai Hitung Mundur Invictus Games 2027
Khamenei dengan cepat naik pangkat: pertama sebagai anggota Dewan Revolusioner, kemudian diangkat oleh Khomeini sebagai Imam Jumat di Teheran, dan akhirnya sebagai wakil Menteri Pertahanan.
Posisinya terus menanjak hingga menjabat sebagai presiden Iran dari 1981 hingga 1989. Ketika Khomeini wafat, Khamenei resmi menggantikannya sebagai Pemimpin Tertinggi Iran pada 4 Juni 1989.
Ia ditunjuk oleh Majelis Ahli pada hari yang sama ketika Ayatollah Khomeini wafat.
Khamenei memegang jabatan pemimpin tertinggi selama 36 tahun enam bulan.
Ia menjadi kepala negara dengan masa jabatan terlama di Timur Tengah saat kematiannya dan pemimpin Iran terlama sejak Mohammad Reza Pahlavi.
Masa jabatannya berakhir setelah serangan Israel dan Amerika Serikat pada 28 Februari 2026.
>>> Prabowo Ingatkan Bahaya Media Sosial, Minta Rakyat Percaya Pemimpin
Ia meninggal dunia pada usia 86 tahun dan dimakamkan di Komplek Imam Reza di kota kelahirannya, Mashhad.
Update Terbaru
Kreator Instagram Bisa Dapat Komisi dari Shopee, Begini Caranya
Jumat / 10-07-2026, 18:07 WIB
Pria Idaho Selamat dari Gigitan Ular Berbisa setelah Menerima 54 Dosis Antivenom
Jumat / 10-07-2026, 17:59 WIB
Mobil Tabrak Kantor Pos di San Antonio, Layanan Dialihkan
Jumat / 10-07-2026, 17:57 WIB
Huey Lewis: Kehilangan Pendengaran Total Akibat Penyakit Ménière
Jumat / 10-07-2026, 17:57 WIB
Gugatan Class Action: Costco Didakwa Jual Protein Powder Mengandung Logam Berat
Jumat / 10-07-2026, 17:56 WIB
Ann Widdecombe, Mantan Menteri Konservatif, Meninggal di Usia 78
Jumat / 10-07-2026, 17:56 WIB
Muchova dan Noskova Bersaing di Final Wimbledon All-Czech
Jumat / 10-07-2026, 17:56 WIB
IHSG Naik Tipis ke 5.924 Akhiri Pekan Ini
Jumat / 10-07-2026, 17:56 WIB
Kejati DIY Data Seluruh SPPG di Yogyakarta atas Permintaan Pidsus Kejagung
Jumat / 10-07-2026, 17:56 WIB
US Navy Hentikan Pengecualian Cukur Permanen, Personel dengan Kondisi Kulit Kronis Diancam Dipisahkan
Jumat / 10-07-2026, 17:54 WIB
Studi Ungkap Terapi Obesitas Pangkas Berat Badan Hampir 28 Persen
Jumat / 10-07-2026, 17:54 WIB
Ilmuwan Ciptakan Kecoa Cyborg yang Bisa Menyelam Selama 3 Jam
Jumat / 10-07-2026, 17:54 WIB
IU dan Lee Jong Suk Dikonfirmasi Putus, Ini Perjalanan Cinta Mereka
Jumat / 10-07-2026, 17:50 WIB
Pendiri id Software Sesali Dukungannya pada Microsoft Setelah PHK Massal
Jumat / 10-07-2026, 17:49 WIB







