Sebuah suar matahari kelas X yang kuat disertai lontaran massa korona (CME) terjadi pada 30 Juni 2026.

Berdasarkan proyeksi, partikel dari ledakan tersebut diperkirakan mencapai Bumi pada Jumat, 3 Juli 2026, dan memicu badai geomagnetik moderat.

>>> Brayan Rocchio Pukul Walk-Off Home Run, Guardians Kalahkan White Sox

Fenomena ini berpotensi membuat aurora borealis atau cahaya utara terlihat di sejumlah negara bagian utara Amerika Serikat menjelang liburan akhir pekan.

Dampak Awal dan Peringatan

Menurut Pusat Prediksi Cuaca Antariksa NOAA, radiasi dari suar matahari mencapai Bumi dalam waktu lebih dari delapan menit.

Dampak awalnya menyebabkan pemadaman radio tingkat R3 di sisi siang hari Amerika Utara.

Setelah analisis lebih lanjut, para peramal mengeluarkan peringatan badai geomagnetik G2 (moderat) karena awan plasma magnetik bergerak menuju Bumi.

NOAA memprediksi indeks Kp mencapai lima pada Kamis dan Jumat, yang menandakan aurora borealis dapat bergerak lebih aktif dan tampak lebih ke selatan dari biasanya.

>>> Spanyol Hadapi Portugal di Babak 16 Besar Piala Dunia 2026

Waktu terbaik untuk mengamati aurora adalah antara pukul 22.00 hingga 02.00 waktu setempat di lokasi gelap jauh dari cahaya kota dengan pandangan bebas ke arah utara.

Berdasarkan peta prakiraan aurora NOAA, potensi visibilitas terbentang di sepanjang perbatasan AS-Kanada.

Wilayah yang berpeluang melihat cahaya utara meliputi sebagian Washington, Idaho, Montana, Dakota Utara, dan Dakota Selatan.

Di Midwest, aurora mungkin terlihat di Minnesota utara, Wisconsin, dan Semenanjung Atas Michigan.

>>> Prediksi CFL Pekan 5: Calgary Stampeders dan Saskatchewan Roughriders Diunggulkan

Sementara itu, Alaska memiliki kemungkinan visibilitas yang tinggi.