Pernah merasa sulit fokus setelah berlama-lama scrolling media sosial? Bisa jadi Anda mengalami popcorn brain.

Kondisi ini membuat pikiran melompat-lompat, sulit diam, dan terus-menerus ingin mengecek notifikasi.

>>> Rachmat Gobel Akan Dimakamkan di Gorontalo

Meski bukan istilah medis resmi, popcorn brain kini dianggap sama pentingnya dengan 'brain rot' karena erat kaitannya dengan kebiasaan screen time.

Jika dibiarkan, popcorn brain dapat menyebabkan kelelahan mental, sulit konsentrasi, dan kesulitan menikmati momen offline.

Apa Itu Popcorn Brain?

Menurut Mayo Clinic Press, popcorn brain adalah kondisi seseorang yang sangat mudah terdistraksi akibat paparan konten digital berlebihan.

Istilah ini menggambarkan kebiasaan otak yang terus berpindah dari satu tugas ke tugas lain, seperti 'loncat-loncat' tanpa jeda.

Akibatnya, aktivitas sederhana seperti membaca, bekerja, atau mengobrol langsung terasa lebih sulit.

Istilah popcorn brain pertama kali diperkenalkan oleh David M. Levy, ilmuwan komputer dari University of Washington.

Ia menggambarkannya sebagai keadaan ketika seseorang terlalu terpikat pada multitasking elektronik, sehingga kehidupan offline terasa kurang menarik.

Paparan notifikasi, video pendek, dan feed media sosial yang terus-menerus membuat otak terbiasa menerima rangsangan instan.

Setiap like, komentar, atau pesan baru memberi dorongan kepuasan cepat yang memicu sistem reward di otak.

Kebiasaan ini mendorong multitasking yang sebenarnya tidak membuat orang fokus.

"Ini menyebabkan rentang perhatian yang lebih pendek, di mana menjadi lebih sulit untuk fokus pada apa pun selama lebih dari beberapa menit pada satu waktu," kata ahli neuropsikologi Sanam Hafeez.

Contohnya, Anda membalas email, lalu pindah ke marketplace, kemudian mengecek berita, lalu kembali ke email lagi.

>>> Apa Penyebab Rachmat Gobel Meninggal Dunia? Inilah Kronologi Kematian Anggota DPR RI dari Fraksi Partai NasDem, Benarkah Serangan Jantung?